Ini Cara Kadin Kabupaten Bandung Wujudkan UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan

  • 13 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung menyiapkan strategi pembinaan berkelanjutan untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, mulai dari penguatan branding, manajemen bisnis, hingga akses permodalan. Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, menilai mayoritas persoalan UMKM saat ini bukan terletak pada kualitas produk, melainkan kemampuan bisnis yang belum optimal untuk memperbesar skala usaha.

“UMKM ini sebenarnya bukan tidak mengerti. Mereka tinggal satu langkah lagi menuju naik kelas, bagaimana membedakan produk yang bagus, cara menjualkan produk, sampai berkomunikasi dengan customer,” ujar Boni, saat ditemui di Desa Cipagalo, Kabupaten Bandung, Rabu 13 Mei 2026.

Menurut dia, banyak pelaku usaha kecil sudah memiliki produk kompetitif, tetapi belum memahami strategi bisnis seperti pemasaran, branding, dan pengelolaan pelanggan. Hal ini membuat usaha sulit berkembang meski kualitas produk dinilai layak bersaing.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kadin Kabupaten Bandung membuka program pembinaan rutin yang memberikan pelatihan bisnis gratis melalui Kadin University UMKM. Setiap pekan, peserta akan mendapat materi terkait pengembangan usaha dari berbagai narasumber, mulai dari strategi branding hingga penguatan model bisnis.

“Setiap minggu kita buka kelas. Kita ajarkan cara mereka berbisnis, cara branding, dari narasumber yang memang kompeten,” katanya. Namun, pembinaan tidak berhenti di ruang kelas. Setelah enam bulan pendampingan, Kadin akan mengevaluasi perkembangan bisnis peserta.

UMKM yang dinilai mengalami peningkatan dan memiliki prospek usaha akan mendapat dukungan permodalan melalui skema investasi. “Nanti setelah enam bulan kita lihat dari segi bisnis mereka sudah punya upgrade apa. Kalau memang sudah bagus, kita injek modal dan investasikan kepada mereka,” ujar Boni.

Ia menilai model ini penting agar pembinaan UMKM tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan pelaku usaha yang tumbuh secara bisnis. Kabupaten Bandung dinilai memiliki basis UMKM yang besar, khususnya di sektor kuliner. Meski demikian, Kadin memastikan pembinaan terbuka untuk seluruh sektor usaha.

“Tidak hanya kuliner, semua sektor kita rangkul. Tapi memang mayoritas komunitas di Kabupaten Bandung bergerak di kuliner,” katanya. Menurutnya, UMKM bisa membantu program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis.

"Kuliner ini kan salah satu sektor yang juga mendukung program pemerintah, termasuk MBG. Karena itu, UMKM kuliner harus kita dorong naik kelas, baik dari kualitas produk, kapasitas produksi, sampai manajemen bisnisnya agar bisa masuk ke rantai pasok yang lebih besar," ucapnya.

Pembina UMKM dan IKM Kadin Kabupaten Bandung, Nandi Herdiaman, mengatakan potensi pelaku usaha di Kabupaten Bandung cukup besar. Saat ini, tercatat sekitar 3.600 IKM maupun UMKM yang telah terdaftar. Meski jumlahnya besar, pembinaan akan dilakukan bertahap agar hasilnya lebih terukur.

“Per kelas itu sekitar 100 sampai 200 orang, tapi sampai betul-betul dibina dan naik kelas,” kata Nandi. Menurutnya, tantangan UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga akses pasar dan manajemen usaha.

Karena itu, Kadin berupaya menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan kebutuhan pasar yang lebih luas. “Ada yang butuh permodalan, ada market, ada manajemen. Kita petakan kebutuhan mereka. Intinya bagaimana UMKM ini bisa berkembang lebih besar,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan pembinaan ini mampu melahirkan lebih banyak UMKM dengan omzet lebih tinggi dan daya saing yang lebih kuat, sejalan dengan dorongan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....