Persepsi Feminisme di TikTok dan Realitas yang Sebenarnya

  • 01 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Perkembangan media sosial seperti TikTok telah membentuk standar baru dalam memahami feminisme di kalangan generasi muda. Konten yang viral sering kali menyederhanakan makna feminisme hanya sebatas kebebasan berekspresi tanpa batas.

Dalam standar TikTok, feminisme kerap dipersepsikan sebagai bentuk perlawanan terhadap laki-laki atau dominasi gender tertentu. Padahal, pemahaman ini sering kali tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Dalam kajian akademik, feminisme memiliki makna yang jauh lebih luas dan kompleks dibandingkan narasi media sosial. Menurut penelitian dalam jurnal nasional tentang kesetaraan gender, “feminisme merupakan gerakan sosial yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan”.

Selain itu, feminisme juga dipahami sebagai upaya memperjuangkan keseimbangan hak tanpa diskriminasi. Dalam buku karya Mansour Fakih berjudul Analisis Gender dan Transformasi Sosial disebutkan bahwa “ketidakadilan gender merupakan sistem yang harus diubah melalui kesadaran dan perjuangan kolektif menuju kesetaraan”.

Namun dalam praktiknya di media sosial, terjadi pergeseran makna yang membuat feminisme terlihat ekstrem atau bias. Konten yang bersifat provokatif lebih mudah viral dibandingkan edukasi yang mendalam, sehingga membentuk stereotip yang kurang tepat.

Padahal secara filosofis, feminisme hadir untuk melawan ketidakadilan dan sistem patriarki yang membatasi kebebasan perempuan. Penelitian dalam jurnal pendidikan menyebutkan bahwa “feminisme bertujuan menciptakan keadilan sosial serta memberikan ruang kebebasan yang setara bagi setiap individu tanpa memandang gender” (Putri, 2021, Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia).

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami feminisme secara utuh dan tidak hanya berdasarkan tren di TikTok. Pemahaman yang benar akan membantu menghindari stigma serta membangun kesadaran bahwa feminisme adalah tentang kesetaraan, bukan superioritas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....