Tak Sekadar Laga, Piala Presiden Elite 2026 Bidik Efek Berganda Ekonomi

  • 25 Jul 2026 18:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Panitia Pelaksana Piala Presiden Elite 2026 tidak hanya berfokus menghadirkan pertandingan sepak bola berkualitas, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyelenggaraan turnamen pramusim bergengsi tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden Elite 2026, Tsamara Amany, menjelaskan tahun ini panitia menggandeng total 100 UMKM yang tersebar di dua kota penyelenggara, yakni Bandung dan Surabaya. Masing-masing kota mendapat kuota 50 UMKM untuk berpartisipasi dan memanfaatkan momentum turnamen sebagai ajang memperluas pasar.

Menurut Tsamara, proses pemilihan UMKM kali ini dilakukan lebih selektif melalui tahapan kurasi yang lebih ketat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha yang terlibat benar-benar memiliki potensi berkembang sekaligus mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para penonton yang hadir di stadion.

“Tahun ini ada proses kurasi yang lebih ketat. Kami melibatkan total 100 UMKM, terdiri dari 50 UMKM di Bandung dan 50 UMKM di Surabaya,” ujar Tsamara, saat ditemui di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menjelaskan, panitia membagi UMKM ke dalam tiga kategori sebagai dasar proses seleksi. Ketiga kategori tersebut meliputi UMKM lokal yang sudah cukup dikenal masyarakat, UMKM yang sedang naik kelas, serta UMKM baru yang tengah berkembang.

Dengan pembagian tersebut, panitia berharap seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan produk mereka kepada publik.

Selain memberikan ruang bagi UMKM, panitia juga menargetkan penyelenggaraan Piala Presiden Elite 2026 mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas turnamen.

Tsamara mengungkapkan edisi sebelumnya mendapat banyak apresiasi dari media maupun mitra penyiaran karena dinilai sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik sepanjang sejarah Piala Presiden.

“Harapan kami sebagai panitia Piala Presiden ada beberapa hal. Pertama, menghadirkan kualitas pertandingan yang baik. Tahun lalu, berdasarkan banyak penilaian media dan mitra penyiaran, Piala Presiden dianggap sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik sepanjang sejarah turnamen ini," katanya.

"Rata-rata setiap pertandingan ditonton sekitar lima juta pemirsa. Tahun ini kami ingin mempertahankan bahkan meningkatkan antusiasme tersebut,” sambung Tsamara.

Tsamara berharap Piala Presiden Elite 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat di kota penyelenggara. Kehadiran ribuan suporter dari berbagai daerah diyakini akan mendorong peningkatan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga berbagai usaha lokal lainnya sehingga tercipta efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Kedua, menggerakkan ekonomi lokal, baik di Bandung maupun Surabaya. Karena itu kami melibatkan UMKM dan berharap kehadiran suporter dari luar daerah dapat mendorong sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ada efek berganda (multiplier effect) yang ingin kami hadirkan,” tutur Tsamara.

Dengan target tersebut, Piala Presiden Elite 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang persiapan tim menghadapi musim baru, tetapi juga menjadi momentum yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....