Komandan SESKOAD Berikan Beasiswa Kepada Pemain Terbaik
- 23 Jun 2026 09:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Festival sepak bola usia dini terbesar kategori U-9 dan U-11 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SESKOAD ke-75 resmi berakhir dengan sukses. Ajang yang memperebutkan Piala DanSeskoad 2026 tersebut berlangsung di Lapangan Melati, SESKOAD, Jalan Gatot Subroto, Bandung, dan menjadi panggung bagi ratusan pemain muda menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kompetisi yang diikuti sebanyak 122 tim tersebut menghadirkan persaingan ketat sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi pemain usia dini. Seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung selama satu pekan ditutup langsung oleh Komandan SESKOAD Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han)., Senin 22 Juni 2026.

Pada kategori usia 9 tahun, gelar juara pertama berhasil diraih oleh Bina Pakuan G. Sementara UNI Merah harus puas menempati posisi kedua, sedangkan Saint Prima Mamprang mengamankan peringkat ketiga. Ketiga tim tersebut menjadi yang terbaik setelah melewati persaingan panjang dengan puluhan peserta lainnya.
Sementara pada kelompok usia 11 tahun, APB Putih tampil sebagai kampiun dan berhak membawa pulang gelar juara pertama. Posisi kedua diraih Sinar Muda Seventhree, sedangkan APC Biru melengkapi tiga besar sebagai juara ketiga.
Selain penghargaan bagi tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen. Pada kategori U-9, gelar top skor diraih Fawwaz Mumin Munawwar dari PS ITB Biru dengan torehan 12 gol. Rasya Arfabian Elfitra dari UNI Merah terpilih sebagai best midfielder, Janoko Giras Raka Surya dari Djanur Kartabraja menjadi best kiper, M. Rasyid Al Baihaqi dari Bina Pakuan G meraih penghargaan best defender, serta Prasetyo Wijaya dari Bina Pakuan G dinobatkan sebagai best striker.

Untuk kategori U-9 kelompok Gold, Bina Pakuan G menjadi juara pertama, disusul UNI Merah dan Saint Prima Mamprang. Sementara kelompok Silver ditempati SASWCO Kuning, Gobi Bone FC, dan Setia sebagai tiga tim terbaik.
Pada kategori U-11, M. Dezan Fathurrahman dari Sinar Muda Seventhree menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 10 gol. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai best striker. Sementara penghargaan best midfielder diberikan kepada Rafli Ahmad dari APB, best kiper diraih Jon Marco Kautsar dari SASWCO Merah, dan best defender diberikan kepada Zulfadli Alwi Firdaus dari APC Biru.
Untuk kelompok Gold U-11, APB Putih menjadi juara pertama, Sinar Muda Seventhree berada di posisi kedua, dan APC Biru menempati peringkat ketiga. Sedangkan kelompok Silver diisi UNI Putih, Nusaraya Hijau, dan Djanur Kartabraja Hitam sebagai tiga terbaik.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo menyampaikan kebanggaannya melihat antusiasme peserta dan atmosfer positif selama festival berlangsung. Ia menilai keberhasilan menyelesaikan pertandingan dengan jumlah peserta besar menjadi pencapaian yang membanggakan.
“Punya kebanggaan melihat aura dan suasana di sini. Tentu bahagia, karena pelaksanaan 122 tim bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu. Kami juga sudah mencatat siapa pemain terbaik dan siapa tim terbaik,” ujar Agustinus Purboyo.

Ia menjelaskan, penghargaan dalam festival ini diberikan secara luas agar seluruh pemain mendapatkan motivasi untuk terus berkembang. Tidak hanya pemain terbaik secara umum, tetapi juga pemain dari berbagai posisi mendapatkan apresiasi.
“Yang kami berikan bukan hanya penghargaan untuk tiga terbaik, tetapi juga pemain harapan. Bahkan ada sembilan kategori penghargaan yang diberikan kepada seluruh tim. Tujuannya agar anak-anak muda ini memiliki kebanggaan,” katanya.
Menurut Agustinus, rasa bangga terhadap prestasi yang diraih dalam sebuah kompetisi akan menjadi energi positif bagi pemain muda untuk mengejar cita-cita menjadi atlet profesional. Selain penghargaan, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada salah satu pemain terbaik berdasarkan hasil talent scouting.
“Beasiswa ini saya berikan sebagai wujud rasa bangga kepada pemain yang bersangkutan berdasarkan hasil penilaian talent scouting. Penilaiannya dilakukan oleh Coach Jajang Nurdjaman yang memiliki pengalaman sebagai pemain dan pelatih Persib serta membawa nama harum klub tersebut,” ungkapnya.
Beasiswa tersebut akan diberikan hingga pemain menyelesaikan usia 18 tahun di Akademi Persib. Agustinus berharap pemain tersebut mampu terus berkembang dari tingkat daerah hingga mencapai level nasional. Festival yang memasuki penyelenggaraan keempat ini diharapkan menjadi wadah berkelanjutan dalam mencetak bibit sepak bola masa depan.
Sementara itu, Ketua PSSI Kota Bandung H. Yoko Angga Surya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, gelaran tahun keempat ini menjadi salah satu kegiatan terbesar dengan jumlah peserta yang luar biasa.
“Saya bangga, terutama pada pelaksanaan yang keempat ini. Salah satu festival dengan jumlah peserta terbanyak. Alhamdulillah hadiah yang diberikan sangat beragam, mulai dari piala, piagam, medali, sampai sepatu,” ujar Yoko.
Yoko menilai kegiatan tersebut bukan hanya pertandingan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan pemain muda. Ia mengapresiasi adanya program beasiswa yang menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan talenta sepak bola usia dini.

“Beasiswa ini luar biasa. Apalagi diberikan selama tujuh tahun sampai pemain berusia 18 tahun. Ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus berlatih dan mengejar prestasi,” katanya.
Menurut Yoko, keberhasilan Festival Seskoad membuktikan bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menciptakan ruang positif bagi perkembangan sepak bola usia muda. Ia berharap ke depan ajang tersebut dapat berkembang dari tingkat Kota Bandung, Jawa Barat, hingga mampu mencapai skala nasional.
“Luar biasa untuk Festival Seskoad dan seluruh pihak yang sudah mendukung. Semoga kegiatan ini terus berjalan dan melahirkan pemain-pemain masa depan,” pungkas Yoko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....