Pameran “Kultura Persib” di Grey Art, Hadirkan Artefak dan Sejarah Budaya Persib

  • 26 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Pameran seni bertajuk “Kultura Persib” akan digelar di Grey Art Gallery Braga mulai 8 Juni hingga 10 September 2026. Pameran tersebut menghadirkan berbagai karya seni, arsip, hingga artefak yang merekam perjalanan budaya di sekitar Persib Bandung.

Kurator Grey Art Gallery, Angga Atmadilaga mengatakan, pameran itu mengangkat berbagai fenomena budaya yang lahir dan tumbuh bersama Persib. Pameran ini juga menonjolkan sisi kedekatan yang dimiliki para seniman dengan Persib.

“Temanya adalah berbagai macam fenomena budaya yang menyertai Persib. Mulai dari bagaimana seniman memandang Persib hingga bagaimana publik merasakan pertumbuhan dirinya bersama Persib,” kata Angga, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, pameran tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga arsip dan koleksi milik publik yang memiliki nilai emosional bagi Bobotoh.

“Semua hal, artefak, dan arsip terkait itu dikumpulkan di sini. Jadi tidak hanya karya seni, tetapi juga berbagai arsip yang dimiliki publik turut dihadirkan dalam pameran ini,” ujarnya.

Salah satu karya utama yang ditampilkan adalah instalasi patung karya seniman Ridwan Solehhudin atau Iwonk. Ia menghadirkan patung sejumlah tokoh penting Persib yang dianggap berkontribusi membawa prestasi bagi klub seperti jajaran mantan pelatih yaitu Bojan Hodak, Djadjang Nurdjaman, Indra Thohir, hingga sosok fenomenal yaitu Umuh Muchtar.

Iwonk mengatakan, karya tersebut berangkat dari keinginannya merayakan identitas Kota Bandung melalui Persib. Ia mengaku terinspirasi setelah pulang dari Cairo, Mesir dan berkeinginan membuat karya yang bisa menjadi identitas kota.

“Saya punya pertanyaan besar, apakah saya bisa membuat karya yang tidak harus menjadi peradaban gunung, tetapi setidaknya bisa menjadi identitas kota itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, pemilihan tokoh dalam patung didasarkan pada kontribusi mereka terhadap perjalanan Persib, termasuk Umuh Muchtar yang dinilainya merupakan motivator dan inisiator bagi Bobotoh. Selain itu, karya tersebut juga menjadi bentuk perayaan sejarah dan budaya kota.

“Menurut saya, Pak Umuh menjadi inisiator dan motivator bagi Bobotoh lainnya. Awalnya beliau sama seperti Bobotoh pada umumnya, tetapi kemudian mau mengorbankan banyak hal dari dirinya untuk memperbaiki situasi,” katanya.

Dalam pameran tersebut, pengunjung juga dapat melihat infografis perjalanan Persib dari masa ke masa, koleksi jersey lawas, foto, lukisan, hingga arsip pribadi milik Bobotoh. Angga menjelaskan, proses kurasi dilakukan dengan memilih artefak yang mewakili momentum penting perkembangan Persib.

“Kami memilih artefak yang mewakili momentum-momentum penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Persib selama ini. Ada juga arsip personal milik publik yang kami rasa penting karena mewakili perasaan emosional Bobotoh,” katanya.

Sementara itu, Iwonk berharap karya seni dapat menjadi media penyimpanan sejarah dan mendorong lahirnya museum atau ruang arsip budaya Persib di masa mendatang.

“Semoga bisa memicu lahirnya artefak-artefak yang suatu saat bisa mengarah pada sebuah museum,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....