Liga Jabar Istimewa Bandung Cetak Bibit Pesepakbola Masa Depan Nasional

  • 15 Mei 2026 08:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kemeriahan mewarnai pembukaan Liga Jabar Istimewa (LJI) 2026 Piala Wali Kota Bandung yang berlangsung di Pindad Soccer Arena, Kamis, 14 Mei 2026. Sorak sorai para pemain muda, pelatih, dan orang tua peserta menciptakan atmosfer penuh semangat dalam ajang pembinaan usia dini tersebut.

Pembukaan kompetisi dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah tokoh olahraga Jawa Barat dan Kota Bandung. Hadir dalam seremoni tersebut Direktur Teknik PSSI Jawa Barat,Djadjang Nurjaman, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung H. Hendy Maulana, Ketua Umum KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi, Ketua Umum PSSI Kota Bandung H. Yoko Anggasurya, serta Ketua Pelaksana Drs. Laga Sudarmadi AIFO.

Liga Jabar Istimewa 2026 mempertandingkan kelompok usia U-10 dan U-12 dengan melibatkan ratusan pemain muda dari berbagai klub di Kota Bandung. Ajang ini menjadi bagian dari sistem kompetisi berjenjang menuju tingkat provinsi hingga nasional.

Kompetisi tersebut menjadi gerbang menuju putaran tingkat Jawa Barat. Nantinya, tim-tim terbaik akan memperebutkan tiket tampil pada level nasional dalam ajang Piala Presiden usia dini yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Juli 2026.

Kota Bandung tercatat menjadi daerah ke-18 di Jawa Barat yang menggelar Liga Jabar Istimewa. Kehadiran Bandung sebagai salah satu zona pelaksanaan dinilai memperkuat posisi daerah tersebut sebagai pusat pembinaan sepak bola usia muda di Jawa Barat.

PSSI Kota Bandung sebagai penyelenggara mencatat jumlah peserta mencapai 123 tim. Sebanyak 50 tim berasal dari kategori U-10, sedangkan 73 tim lainnya berasal dari kategori U-12 yang terdiri atas klub anggota resmi PSSI Kota Bandung dan klub anggota tetap PSSI Jawa Barat yang berdomisili di Kota Bandung.

Pelaksanaan pertandingan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Mei 2026. Tiga venue digunakan secara bersamaan, yakni Pindad Soccer Arena, SOR Sepak Bola Lodaya, dan Menger Soccer, guna mengakomodasi tingginya jumlah pertandingan dan peserta.

Pada kategori U-10, sistem pertandingan diawali dengan fase grup menggunakan format round robin atau setengah kompetisi. Setiap grup dihuni tiga hingga empat tim, di mana juara dan runner-up grup berhak melaju ke babak kedua dengan sistem gugur hingga babak delapan besar.

Delapan tim terbaik kemudian dibagi ke dalam dua grup pada fase delapan besar. Setiap grup diisi empat tim dengan format round robin, sebelum akhirnya juara grup bertemu di partai final untuk menentukan juara pertama dan kedua yang otomatis lolos ke putaran regional Jawa Barat.

Selain dua finalis, tim peringkat ketiga dan keempat terbaik juga mendapatkan kesempatan tampil pada putaran regional atau Stage 4. Skema tersebut dibuat untuk memberi ruang lebih luas bagi pembinaan dan pengalaman bertanding para pemain usia dini.

Sementara itu, kategori U-12 menggunakan pola kompetisi serupa. Tim juara dan runner-up grup melaju ke fase gugur hingga delapan besar, sebelum kembali bersaing dalam dua grup besar guna menentukan tim yang lolos ke final dan putaran regional.

Direktur Teknik PSSI Jawa Barat,Djadjang Nurjaman, mengaku bersyukur Liga Jabar Istimewa dapat digelar di Kota Bandung dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi. Menurutnya, atmosfer kompetisi usia dini seperti ini menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain berkualitas.

“Sangat luar biasa, satu yang kita harapkan dari turnamen LJI Piala Wali Kota Bandung bisa menjaring pemain-pemain yang betul-betul potensial yang betul-betul memiliki kualitas tinggi,” ujar Djadjang.Kamis 14 Mei 2026.

Mantan pelatih,itu berharap para pemain potensial hasil kompetisi dapat dibina lebih serius dalam sebuah pendidikan dan pelatihan sepak bola milik PSSI Kota Bandung. Menurut pria yang akrab disapa Djanur tersebut, keberadaan akademi usia dini akan menjadi investasi penting bagi masa depan sepak bola Bandung.

Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendy Maulana, mengatakan penyelenggaraan LJI U-10 dan U-12 merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Bandung untuk melahirkan talenta sepak bola nasional. Ia menyebut kompetisi usia dini dapat mempercepat lahirnya akademi sepak bola profesional berbasis pembinaan.

“Intinya, akan lahir pesepakbola-pesepakbola nasional yang berasal dari Kota Bandung. Kami bermimpi setelah LJI digelar akan mempercepat program PSSI Kota Bandung untuk mendirikan sebuah Diklat atau Akademi Usia 10 dan Usia 12 tahun dengan nama Persib Akademi PSSI Kota Bandung,” kata Hendy.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Dr. Nuryadi, menambahkan bahwa kekuatan olahraga Kota Bandung terletak pada konsistensi pembinaan berjenjang. Ia menilai kompetisi seperti Liga Jabar Istimewa menjadi bukti nyata keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga regenerasi atlet.

“Ini artinya konsistensi Kota Bandung dalam proses pembinaan yang berjenjang terus berjalan. Kita berharap dari LJI Piala Wali Kota Bandung bisa menghasilkan bibit untuk masa depan dan KONI Kota Bandung selalu ngarojong pembinaan yang berbasis kompetisi,” ungkap Nuryadi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Drs. Laga Sudarmadi AIFO menyebut total peserta yang tampil mencapai 1.736 pemain. Ia berharap penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa dapat menjadi langkah awal menuju terwujudnya program “Bandung City of Champion” yang digaungkan Pemerintah Kota Bandung.

“Tujuannya amanat Pak Wali Kota yaitu menuju dilaksanakannya Diklat dan Bandung City of Champion. Kami berharap penyelenggaraan LJI di Kota Bandung berjalan sesuai harapan untuk Jabar Istimewa,” pungkas Laga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....