Liga Jabar Istimewa Fokus Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

  • 04 Apr 2026 14:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Direktur Kompetisi Asprov PSSI Jawa Barat, Djuandi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi organisasi dalam pembinaan sepak bola. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan sepak bola, khususnya pada kelompok usia dini di Jawa Barat.

Menurut Djuandi, Liga Jabar Istimewa dirancang untuk menyasar pembinaan kelompok umur secara berjenjang. Kelompok usia yang menjadi target meliputi usia 10, 12, 14, hingga 19 tahun sebagai bagian dari sistem pembinaan jangka panjang.

Namun demikian, pada tahap awal pelaksanaan, kompetisi lebih difokuskan pada usia 10 dan 12 tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya membangun fondasi pembinaan grassroots yang selama ini dinilai belum terstruktur secara optimal di tingkat provinsi.

“Ini merujuk ke tupoksi kita sebagai pembina. Jadi dimulai dari usia 10, 12, 14, hingga 19 tahun, tapi saat ini kita fokus dulu di usia 10 dan 12,” ujar Djuandi di Aula Asprov PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Liga Jabar Istimewa akan mencakup seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap daerah nantinya akan melibatkan operator dari masing-masing Asosiasi PSSI kabupaten/kota dalam mengelola kompetisi.

“Liga Jabar Istimewa ini satu title yang akan dilaksanakan di 27 kabupaten kota, dengan operatornya masing-masing PSSI kabupaten/kota,” katanya.

Dari sisi kesiapan, Djuandi memastikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir. Saat ini, sejumlah daerah sudah memasuki tahap pendaftaran peserta dan bahkan mulai membuka registrasi secara resmi.

“Insya Allah akhir April sudah mulai kick off di beberapa daerah, karena tahapan pendaftaran sudah berjalan,” jelasnya.



Lebih lanjut, ia menekankan bahwa salah satu tujuan utama kompetisi ini adalah memperbaiki tata kelola kompetisi usia dini. Selama ini, penyelenggaraan di tingkat daerah masih berjalan secara mandiri dengan regulasi yang berbeda-beda.

“Dengan Liga Jabar Istimewa, kita ingin ada satu regulasi yang sama, sesuai standar pembinaan dari PSSI pusat, sehingga tidak lagi berbeda-beda di tiap daerah,” tegasnya.

Standarisasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis dalam pertandingan, mulai dari ukuran lapangan, gawang, hingga penggunaan bola sesuai kelompok usia. Langkah ini dinilai penting agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.

“Jangan sampai usia 10 main dengan ukuran yang tidak sesuai. Semua harus seragam sesuai standar agar pembinaan berjalan optimal,” ungkap Djuandi.

Djuandi juga menjelaskan bahwa kompetisi akan berlangsung secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga regional. Ia menyebutkan bahwa putaran regional ditargetkan rampung pada Juni sebagai tahap lanjutan dari kompetisi awal.

“Setelah dari kabupaten kota, nanti masuk ke regional, dan targetnya selesai di bulan Juni,” katanya.

Selain itu, ia membuka peluang adanya integrasi dengan program nasional yang tengah disiapkan PSSI untuk kelompok usia dini. Meski saat ini masih menggunakan nama Liga Jabar Istimewa, ke depan kompetisi ini berpotensi terhubung dengan ajang tingkat nasional.

“Untuk sementara masih Liga Jabar Istimewa, tapi ke depan bisa saja terintegrasi dengan agenda nasional sesuai arahan PSSI,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....