Riyanti Tetap Teguh Meski Gagal Tembus Semifinal

  • 31 Jan 2026 15:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pemain SD Rancasawo 129, Riyanti Saffana Suryani, harus menerima kenyataan pahit setelah langkah timnya terhenti sebelum semifinal pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung. Meski demikian, siswi kelas enam tersebut berusaha tegar dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Rianti mengaku sempat merasakan perasaan campur aduk usai pertandingan penentuan. “Tadi awal-awal senang, tapi ke sininya lumayan enggak senang. Tapi enggak apa-apa, memang takdirnya sampai situ. Ditakdirin sama Allah,” ujar Rianti seusai laga. Ia menegaskan dirinya dan rekan setim telah berjuang maksimal sepanjang turnamen.

Secara individu, Rianti tampil cukup menonjol dengan kontribusi gol yang signifikan. “Kalau gol mungkin sekitar 12. Tadi juga sempat nambah, tapi ya enggak apa-apa,” katanya.

Baca Juga: Kualitas Peserta MLSC Bandung Meningkat, Persaingan Kian Ketat

Namun, pencapaian tersebut belum mampu membawa timnya melangkah lebih jauh ke fase semifinal.

Rianti juga mengakui memiliki target pribadi pada gelaran MLSC Bandung kali ini. “Sebenernya pingin banget juara, pingin juga ambil top skor atau best player. Tapi enggak bisa, mungkin belum rezekinya,” ucapnya, menanggapi kegagalan meraih prestasi individu maupun tim.

Menilai kualitas lawan, Rianti menyebut persaingan di MLSC Bandung berlangsung ketat dan menantang. “Kalau dilihat-lihat, tim-tim lain lumayan bagus. Memang susah, tapi kalau kita perjuangin dan usaha, sebenarnya bisa menang,” ujarnya.

Ia juga membandingkan hasil yang diraih timnya dengan capaian pada tahun sebelumnya. Menurut Rianti, pencapaian tersebut tidak jauh berbeda. “Tahun kemarin juga enggak juara, sampai semifinal saja,” katanya singkat.

Usai pertandingan, Rianti

mengungkapkan sang pelatih langsung memberikan evaluasi permainan sebagai bahan perbaikan ke depan. “Coach bilang tadi ambil posisinya terlalu ke luar. Masukannya supaya latihan lebih maksimal lagi,” tutur Rianti, menirukan arahan pelatihnya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, semangat Rianti untuk terus menekuni sepak bola tak surut. Ia bahkan bertekad menjadikan olahraga tersebut sebagai bagian dari hidupnya. “Aku mau terus main bola sampai pensiun,” ucapnya.

Saat ini, Rianti aktif berlatih di SSB Golaksis di bawah asuhan Coach Fauji dan Coach Budi, meski ia mengaku akan mulai memprioritaskan persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....