Kualitas Peserta MLSC Bandung Meningkat, Persaingan Kian Ketat
- 31 Jan 2026 14:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung, Fauzi Bramantio, menilai penyelenggaraan MLSC tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas permainan. Ia menyebut tren peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan sepak bola putri usia dini di Kota Bandung.
“Yang pertama tentu kita bersyukur karena jumlah peserta terus bertambah. Dari sisi kemampuan pemain juga terlihat meningkat cukup jauh,” ujar Fauzi.di Lapangan Candradimuka Pusdikif.Sabtu 31 Januari 2026.
Menurutnya, peningkatan kualitas itu tampak jelas dari skor pertandingan yang kini semakin ketat dan jarang berakhir dengan selisih gol besar.
Fauzi menjelaskan, pada sejumlah laga MLSC Bandung tahun ini, skor di atas lima atau enam gol sudah semakin jarang ditemui. “Indikasinya terlihat dari hasil pertandingan. Skor-skor besar sudah jarang karena kualitas antar tim semakin merata,” katanya.
Ia menilai salah satu faktor utama peningkatan kualitas tersebut adalah persiapan sekolah yang lebih baik serta semakin banyaknya siswi yang mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). “Banyak pemain sekarang sudah ikut SSB, baik SSB putri maupun yang bergabung latihan dengan laki-laki. Itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan individu,” ujarnya.
Baca Juga: Tanpa Klok, Persib Tetap Targetkan Kemenangan di Solo
Menariknya, Fauzi menilai Bandung memiliki karakter kompetisi yang unik karena hampir setiap seri selalu melahirkan juara baru. Ia memprediksi hal serupa akan kembali terjadi pada MLSC Bandung Seri 2. “Kalau lihat kondisi hari ini, sepertinya seri 2 juga akan melahirkan juara baru,” kata Fauzi.
Prediksi tersebut, lanjutnya, tak lepas dari absennya dua pemain kunci juara bertahan Seri 1 yang tidak bisa tampil karena kendala usia. “Memang kasihan, tapi aturan tetap harus berlaku. Dua pemain ini cukup vital di tim juara Seri 1, jadi kekuatan mereka sedikit berkurang,” jelasnya.
Selain itu, Fauzi melihat munculnya sejumlah sekolah baru dengan kualitas pemain yang menonjol. “Ada sekolah yang punya lima pemain dengan kemampuan di atas rata-rata. Dalam format 7 lawan 7, punya tiga pemain bagus saja sudah kuat, apalagi lima, pasti timnya dominan,” ucapnya.
Dari sisi statistik, Fauzi menilai persaingan yang semakin ketat berdampak pada distribusi gol yang lebih merata. “Top skor KU 10 sekarang baru di angka 27, KU 12 malah 15. Tidak terlalu jomplang seperti tahun lalu karena satu tim tidak hanya mengandalkan satu pemain,” tuturnya.
Ia menegaskan, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai talent scout karena standar pemain yang dicari kini harus lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....