Sipat Terapkan Pendekatan Khusus Latih Atlet Istimewa
- 07 Nov 2025 19:14 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Manajer tim sepak bola Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung, Sipat, menegaskan bahwa pembinaan terhadap atlet bertalenta khusus (difabel intelektual) memerlukan perhatian dan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pemain pada umumnya. Ia menilai, karena para atlet merupakan anak-anak istimewa, maka mereka juga harus ditangani dengan cara yang istimewa.
“Anak-anak ini luar biasa, tapi pendekatannya memang harus istimewa. Saya jarang banyak berbicara langsung dengan mereka, tapi lebih sering mendekati dengan memberi sesuatu. Ada yang malu-malu, ada juga yang awalnya curiga. Tapi setelah saya beri sesuatu, mereka mulai percaya dan menganggap saya orang baik,” ujar Sipat, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, setelah kepercayaan terbangun, proses latihan menjadi jauh lebih ringan. Para atlet menjadi lebih mudah diarahkan dan dibina dalam permainan sepak bola.
“Kalau sudah merasa dekat, mereka mudah disuruh dan cepat mengikuti instruksi. Saya juga berterima kasih kepada para orang tua yang terus mendukung karena mereka lebih memahami karakter anak-anaknya. Saya mungkin baru mengerti sekitar 20 persen saja,” tuturnya.
Baca juga:SOIna Bandung Siap Antar Atlet Tembus Kancah Internasional
Sipat menjelaskan, dalam turnamen Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025, tim yang dibentuk SOIna Kota Bandung terbagi menjadi dua kategori. Tim A beranggotakan atlet dari Kota Bandung, sedangkan tim B terdiri atas pemain dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Sipat sendiri dipercaya menangani tim A.
Sesuai dengan regulasi Special Olympics International, setiap tim terdiri atas tujuh pemain. Pertandingan akan digelar di lapangan berukuran 50–70 meter panjang dan 30–50 meter lebar, lebih kecil dibanding standar FIFA. Setiap laga berlangsung dua babak, masing-masing berdurasi 20 menit, dengan istirahat lima menit di antaranya. Adapun ukuran gawang yang digunakan adalah 2 meter tinggi dan 5 meter lebar.
Untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai standar internasional, seluruh laga akan diawasi langsung oleh Abdulrazzaq Raja A. Razzaq dari Irak, yang bertugas sebagai technical delegate cabang olahraga sepak bola Special Olympics.
Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta juga akan mengikuti program Healthy Athlete, yaitu pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang diikuti sekitar 70 atlet SOIna Bandung. Setelah itu, peserta akan menjalani tahap divisioning, yakni proses penilaian awal untuk memastikan pertandingan berlangsung adil dan seimbang sesuai kemampuan masing-masing tim.
“Divisioning dilakukan satu kali dengan durasi sekitar 15 menit. Ini penting agar setiap tim bisa bertanding secara setara dan sportif,” jelas Sipat.
Turnamen ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan semangat sportivitas bagi para atlet istimewa dari berbagai daerah di Asia Pasifik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....