SOIna Bandung Siap Antar Atlet Tembus Kancah Internasional

  • 07 Nov 2025 19:06 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung, Abdul Karim, berharap pelaksanaan Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025 menjadi langkah awal bagi para atlet bertalenta khusus (difabel intelektual) untuk menapaki panggung olahraga internasional. Ia optimistis, dengan pembinaan berkelanjutan, atlet-atlet SOIna Kota Bandung berpeluang tampil di kompetisi luar negeri.

“Kami berharap kegiatan internasional ini tidak berhenti sampai di turnamen sepak bola saja. Jika para atlet menunjukkan prestasi mumpuni, bukan tidak mungkin mereka bisa dikirim bertanding ke luar negeri,” ujar Abdul Karim, Jumat (7/11/2025), di Sekretariat SOIna Kota Bandung, Komplek Stadion Sidolig.

Baca juga:Hodak Akui Persib Hilang Fokus di Babak Pertama

Menurutnya, mempersiapkan tim sepak bola SOIna bukanlah perkara mudah. Dibanding melatih pemain klub profesional seperti Persib Bandung, pembinaan terhadap atlet difabel intelektual memerlukan pendekatan dan kesabaran yang jauh lebih tinggi.

“Banyak tantangan yang kami hadapi untuk mempersiapkan tim ini. Melatih mereka tidak semudah melatih pemain profesional. Kami benar-benar membimbing mereka dari nol,” jelasnya.

Abdul Karim menambahkan, kesabaran menjadi kunci utama dalam membina atlet SOIna. Proses latihan harus dilakukan secara berulang dan berkesinambungan agar para atlet mampu memahami instruksi dengan baik.

“Kalau pemain normal diperintah sekali sudah paham, atlet SOIna bisa butuh sepuluh kali pengulangan untuk mengerti. Karena itu, kami harus sabar dan terus menjaga semangat mereka agar tidak menyerah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam turnamen sepak bola internasional tersebut, para duta besar negara peserta rencananya akan diundang untuk hadir langsung menyaksikan pertandingan. Hingga saat ini, Duta Besar Bangladesh telah menyatakan kesiapannya hadir di Bandung.

Abdul Karim menegaskan, keikutsertaan Bandung sebagai tuan rumah bukan hanya kehormatan, tetapi juga momentum penting untuk memperkenalkan semangat inklusivitas dan kesetaraan dalam dunia olahraga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa atlet difabel intelektual juga bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....