Bupati Subang dan Menteri PKP Blusukan, Bedah Rumah dan Resmikan Rusun untuk Santri
- 06 Okt 2026 16:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, mendampingi kunjungan kerja Menteri PKP Maruarar Sirait di Subang, Senin 5 Oktober 2026. Kunjungan tersebut, difokuskan pada kolaborasi pembiayaan perumahan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Kegiatan sosialisasi digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, dan Aula Oman Syahroni Kantor Bupati Subang. Agenda itu melibatkan Kementerian PKP, BP Tapera, BRI dan Bank BJB, untuk memperluas akses hunian layak.
SEVP BRI Muhammad Candra Utama menegaskan, komitmen BRI untuk memperkuat ekosistem perumahan yang inklusif, dan berkelanjutan. Ia menyebut, kolaborasi lintas pihak, menjadi langkah awal menuju kesejahteraan masyarakat.
"Ekosistem perumahan yang semakin kuat dan inklusif, dengan upaya kolaboratif, langkah awal menuju masyarakat yang lebih sejahtera," ungkap Candra.
Bupati Subang Kang Rey menyebut, rumah layak huni adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, seiring pesatnya pertumbuhan Subang. Ia menilai, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan ketersediaan hunian terjangkau.
"Kebutuhan akan rumah yang layak dan terjangkau, adalah kebutuhan dasar masyarakat, terlebih saat ini, Kabupaten Subang sedang berkembang," tutur Kang Rey.
Kang Rey mengungkapkan, bantuan perbaikan rutilahu di Subang melonjak signifikan dari 250 unit pada 2025, menjadi 1.372 unit pada 2026. Lonjakan itu, terjadi berkat dukungan Presiden, dan Kementerian PKP.
"1.372 rutilahu diperbaiki, dibantu Pak Presiden, dan Pak Menteri, prestasi, dan baru kali ini mendapat bantuan sebesar ini," paparnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, masih banyak warga Subang yang belum memiliki rumah, atau tinggal di rumah tidak layak huni. Ia mencatat ada 17 ribu keluarga belum punya rumah, dan 15 ribu tinggal di hunian tak layak.
"Masyarakat itu ada yang tidak punya rumah, ada yang punya rumah tapi tidak layak huni, 17 ribu keluarga tidak punya rumah, dan 15 ribu memiliki rumah tidak layak huni," jelas Menteri Ara.
Menteri Ara menekankan, pentingnya kesiapan hunian, untuk mengimbangi industrialisasi dan lonjakan pendatang di Subang. Jangan sampai industri tumbuh pesat, namun ketersediaan rumah tertinggal.
"Subang ini sangat padat, dan banyak pendatang, jadi jangan sampai ada industri tapi perumahannya tidak ada," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....