Umroh untuk Pengabdi Terlama: Hadiah HUT TNI dari Kapolresta Bandung
- 06 Okt 2026 12:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Seragam bertemu seragam, tetapi pagi itu cerita utamanya adalah manusia. HUT ke 81 TNI di Kodim 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat ini menjadi momentum silaturahmi, penghargaan anggota tertua melalui umrah, cendera mata peserta apel, serta penguatan sinergi TNI Polri bersama rakyat.
Pagi di Kabupaten Bandung terasa berbeda pada Senin, 5 Oktober 2026. Di tengah peringatan HUT ke 81 TNI, halaman Komando Distrik Militer 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat menjadi ruang perjumpaan dua institusi keamanan, bukan sekadar tempat seremoni.
Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., datang bersama jajaran. Kunjungan itu membawa pesan sederhana: silaturahmi dapat tumbuh menjadi energi kerja bersama ketika hubungan antarpersonel dirawat lewat pertemuan langsung.
“Silaturahmi dalam rangka HUT ke 81 TNI,” tutur Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si.
Ucapan itu terdengar singkat, tetapi suasana pertemuan memberi makna lebih luas. Di balik seragam dan pangkat, ada ruang kemanusiaan tempat anggota TNI dan Polri saling menyapa, bertukar perhatian, serta memperkuat kedekatan.
Peringatan HUT ke 81 TNI pada 5 Oktober 2026 mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Tema itu menempatkan rakyat sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdian TNI.
Di Kodim 0624/Kabupaten Bandung, pesan tersebut hadir melalui bentuk perhatian sederhana. Salah satunya pemberangkatan anggota tertua Kodim 0624 untuk menjalankan ibadah umrah.
“Anggota tertua di Kodim 0624 diberangkatkan Umroh,” ujar Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si.
Kisah itu memberi warna berbeda pada peringatan ulang tahun institusi. Umrah bukan sekadar hadiah dalam rangkaian acara, melainkan bentuk penghargaan terhadap masa pengabdian seorang anggota.
Di sana, usia tidak hanya dibaca sebagai angka. Ia menjadi catatan perjalanan, disiplin panjang, pengorbanan, serta kesetiaan seseorang berada dalam barisan pengabdian.
Asa Ruang Apel
Suasana semakin cair ketika pertanyaan diberikan kepada peserta apel. Tri menyebut peserta dapat memperoleh cendera mata bila mampu menjawab pertanyaan.
Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. menambahkan, “Banyak pertanyaan diberikan pada peserta apel,” sebelum menjelaskan peserta bisa memperoleh cendera mata. Pernyataan itu disampaikan Tri di sela tali asih.
Momen kecil itu memperlihatkan sisi lain hubungan TNI dan Polri. Tidak selalu berbicara tentang operasi, keamanan, atau kewenangan, hubungan kelembagaan dapat tumbuh melalui percakapan ringan dan perhatian sederhana.
Tali asih menjadi jembatan emosional. Ia membuat pertemuan resmi terasa lebih dekat, sebab setiap orang hadir bukan hanya sebagai pemegang jabatan, melainkan sebagai manusia dengan pengalaman dan cerita.

Sinergi Rakyat
Sinergitas TNI dan Polri selama ini tampak melalui berbagai kegiatan bersama. Dalam konteks peringatan HUT ke 81 TNI, kunjungan antarinstitusi menjadi salah satu bentuk komunikasi sosial untuk menjaga hubungan tetap erat.
Kerja bersama tidak berhenti pada seremoni. Personel TNI dan Polri bersama pemerintah daerah serta masyarakat rutin menggelar bakti sosial dan kerja bakti sebagai simbol kedekatan serta kekompakan.
Dari sudut pandang keamanan publik, pola kolaborasi memiliki arti praktis. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan komunikasi lintas lembaga, sebab persoalan sosial tidak selalu selesai melalui pendekatan penegakan hukum semata.
Kunjungan Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si. ke Kodim 0624/Kabupaten Bandung memperlihatkan logika sederhana itu. Hubungan institusional membutuhkan ruang perjumpaan, sedangkan kepercayaan publik tumbuh melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Peringatan HUT ke 81 TNI akhirnya tidak berhenti pada angka usia organisasi. Ia menjadi momentum untuk membaca kembali arti pengabdian, persaudaraan lintas institusi, serta kerja bersama rakyat.
Di halaman Kodim 0624/Kabupaten Bandung, perhatian kepada anggota tertua, cendera mata bagi peserta apel, dan tali asih menjadi detail kecil dengan makna besar.
Detail semacam itu memperlihatkan bahwa kekuatan institusi tidak hanya bertumpu pada struktur, melainkan pada manusia serta relasi sosial di dalamnya.
Bagi anggota di lapangan, perhatian seperti itu dapat terasa lebih dekat daripada pidato panjang.
Ia hadir dalam bentuk penghargaan, sapaan, dan kesempatan berbagi. Dari sana, institusi menemukan bahasa bersama untuk merawat kebersamaan tanpa menghapus batas tugas, kewenangan, serta tanggung jawab masing masing dalam pelayanan publik.
Bagi masyarakat Kabupaten Bandung, pesan itu mudah dipahami. Ketika TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga dapat duduk dalam ruang komunikasi, keamanan tidak hanya menjadi urusan aparat, tetapi menjadi kerja sosial bersama.
Di tengah peringatan HUT ke 81 TNI, Tri hadir membawa pendekatan sederhana: mendekat, menyapa, menghargai, lalu menjaga komunikasi.
Dari langkah kecil itulah sinergi memperoleh ruang untuk tumbuh secara lebih manusiawi.
Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” akhirnya menemukan konteksnya melalui hubungan antarmanusia.
Kedaulatan dan keamanan tidak selalu hadir dalam bahasa besar, sebab keduanya dapat dimulai dari saling menghormati di sebuah halaman Kodim pada pagi hari.
Peristiwa itu sekaligus memberi pelajaran penting. Memiliki nilai ketika di dalamnya terdapat manusia, gestur, percakapan, serta alasan sosial di balik tindakan.
Di Kodim 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat itu HUT ke 81 TNI bukan hanya perayaan usia, melainkan cerita tentang penghargaan, silaturahmi, dan sinergi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....