Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV Digelar, Libatkan Ribuan Siswa
- 06 Okt 2026 12:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Lebih dari 5.200 siswa dari Jawa Barat khususnya Bandung Raya dan Sumedang, memadati Bumi Perkemahan Kiara Payung untuk mengikuti Kemah Budaya Satuan Komunitas (Sako) Paguyuban Pasundan IV Tahun 2026. Ajang perkemahan akbar ini digelar sebagai langkah nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berakhlak mulia, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Ketua Mabi Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang juga Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi undang-undang sistem pendidikan nasional untuk melahirkan peserta didik yang tangguh dan bertanggung jawab.
"Kegiatan ini adalah implementasi dari undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, di mana dalam tujuan pendidikannya adalah melahirkan anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis," ujar Prof. Didi di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Selasa 6 Oktober 2026.
Prof. Didi mengaku bangga melihat antusiasme ribuan peserta dan jajaran tenaga pendidik yang hadir. Meski harus menempuh perjalanan jauh dan berpanas-panasan, semangat para siswa tidak surut demi mengikuti proses pembinaan karakter bangsa.
"Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan, bahwa kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof. Budiana mengatakan, perkemahan rutin keempat ini juga difungsikan sebagai sarana pembinaan mental dan self healing bagi para siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pasundan.
"Kegiatan ini menjadi wahana, terutama hari ini sangat penting sebagai self healing atau pembinaan mental bagi siswa-siswa di lingkungan sekolah Pasundan. Selain itu, ini menjadi ajang silaturahmi antar siswa agar kelak mereka bisa menjadi kader-kader bangsa yang berkualitas," kata Prof. Budiana.
Ia menjelaskan, pemilihan tema besar kebudayaan berakar dari misi agung Paguyuban Pasundan yang terus konsisten merawat serta merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan zaman modern.
Rangkaian acara Kemah Budaya IV diisi dengan beragam kegiatan menarik, mulai dari perlombaan bertema budaya, permainan edukatif, hingga penanaman budi pekerti yang dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari lingkungan Pasundan.
Pengalaman panjang Paguyuban Pasundan yang telah membina pendidikan dasar dan menengah sejak dekade 1930-an dinilai memperkuat sinergi dengan Gerakan Pramuka. Kwarda maupun Kwarcab Pramuka di Jawa Barat bahkan menempatkan Sako Pasundan sebagai salah satu andalan utama dalam berbagai ajang kepramukaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....