Milangkala ke-10 KAA, Buktikan Berdikari meski Minim Bantuan Dinas
- 19 Jul 2026 14:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang - Komunitas Asep Asep (KAA) membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menyelenggarakan kegiatan berskala besar. Meski hanya menerima bantuan Rp100 ribu dari Dinas Sosial, komunitas tersebut tetap sukses menggelar peringatan Milangkala HUT ke-10 di pelataran Gedung Negara Sumedang, Minggu 19 Juli 2026.
Hari ini Komunitas Asep Asep (KAA) membuktikan eksistensinya yang telah menginjak usia satu dekade. tersimpan sebuah narasi kuat tentang harga diri, solidaritas, dan mentalitas berdikari yang kokoh.
Hajatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat. Kehadiran pejabat teras ini menjadi stempel legalitas sekaligus pengakuan negara bahwa komunitas berbasis nama tradisional ini merupakan mitra strategis dalam menjaga stabilitas budaya di tanah Pasundan.
Rombongan KAA disambut hangat oleh otoritas tertinggi adat setempat. Mereka diterima langsung oleh Pemimpin/Raja Keraton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia (PYM) Sri Radya H. Rd. I. Lukman Soemadisoeria, didampingi oleh Raden Luky Djohari Soemawilaga selaku Ketua Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS).
Ketua DPD KAA Kabupaten Sumedang, Asep Dedi Fairus, melempar sebuah pernyataan tajam yang menegaskan jati diri organisasi. Dengan dialek Sunda yang lugas dan apa adanya, ia mengingatkan esensi sejati dari pergerakan mereka.
"Asep Asep kudu kompak, tanpa ada bantuan pihak mana puh, prinsip kemandirian yang menjadi motor utama organisasi," kata Asep Dedi.
Ia secara gamblang merinci realitas bantuan dari berbagai instansi yang dinilai sangat minim untuk ukuran acara skala provinsi. Mulai dari dana khitanan massal dari BJB sebesar Rp 2,5 juta, sokongan BRI senilai Rp 500 ribu, hingga bantuan Dinas Sosial yang secara ironis hanya sebesar Rp 100 ribu.
"Alhamdulillah pamajakeun aya ti pihak pemerintah aya bantuan, eweuh kade (Alhamdulillah urusan pajak ada, dari pemerintah ada bantuan, tapi ya begitulah/tidak ada artinya)," selorohnya secara realistis.
Pernyataan tersebut bukanlah bentuk keluhan, melainkan sebuah pembuktian mentalitas juara. KAA ingin menunjukkan sinisme yang elegan kepada birokrasi: bahwa keterbatasan anggaran dan minimnya sokongan materi dari pemangku kebijakan sama sekali bukan batu sandungan bagi mereka.
Nyatanya, bermodalkan patungan, kekompakan kolektif, dan militansi nama "Asep", mereka sukses menggelar acara besar, memobilisasi massa, bahkan memfasilitasi kegiatan sosial khitanan massal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perayaan satu dekade Komunitas Asep Asep di Sumedang ini pada akhirnya mengirimkan pesan berkelas ke ruang publik. Ketika sebuah komunitas lokal mampu menyinergikan restu adat dari Keraton dan pengakuan formal dari Kesbangpol di atas kaki sendiri (berdikari), di sanalah esensi sejati dari kekuatan akar rumput Sunda diuji dan KAA berhasil lulus dengan nilai sempurna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....