Bandung Barat Lokasi Perdana Seleksi IM Japan 2026, 30 Peserta Lokal

  • 05 Okt 2026 22:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Seleksi Nasional Program Pemagangan ke Jepang (IM Japan) 2026 untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak 119 peserta mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung pada 5-9 Oktober 2026.

Seleksi digelar di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Bandung Barat, Jalan Raya Lembang Nomor 356, Desa Lembang, Kecamatan Lembang. Dari 119 peserta, sekitar 30 orang berasal dari Kabupaten Bandung Barat. Peserta lainnya berasal dari sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak dari Kabupaten Indramayu dan Cirebon.

Pelaksanaan seleksi tersebut mendapat perhatian dari Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) DPC Kabupaten Bandung Barat. Organisasi yang menjadi wadah alumni program pemagangan Jepang pemerintah itu turut mendorong penyebarluasan informasi mengenai kesempatan mengikuti program tersebut.

Ketua IKAPEKSI DPC Kabupaten Bandung Barat Arfin Fahlevi mengatakan minat masyarakat terhadap program pemagangan ke Jepang cukup tinggi. Namun, tingginya minat tersebut belum sepenuhnya diimbangi akses informasi yang memadai.

“Antusiasme masyarakat Bandung Barat sebenarnya sangat tinggi terhadap peluang kerja, termasuk program pemagangan ke Jepang. Namun, persoalannya masih banyak masyarakat yang minim informasi. Mereka terkadang tidak tahu harus mencari informasi ke mana,” kata Arfin, Senin 5 Oktober 2026.

Menurut Arfin, pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) perlu memperkuat sosialisasi mengenai program pemagangan Government to Government (G2G). Informasi mengenai mekanisme, persyaratan, hingga jalur pendaftaran dinilai penting agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru.

“Disnaker harus lebih optimal memberikan informasi kepada masyarakat terkait program pemagangan G2G. Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya memiliki keinginan untuk mengikuti program ini justru tidak mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.

IKAPEKSI selama ini turut melakukan sosialisasi melalui audiensi dan presentasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan karena masih ada calon peserta yang memperoleh informasi mengenai pemagangan Jepang dari lembaga pelatihan kerja (LPK) yang belum tentu sesuai dengan ketentuan resmi program.

Ia menegaskan program pemagangan Jepang tersebut tidak dipungut biaya. Peserta yang dinyatakan lolos juga akan mendapatkan fasilitas sesuai ketentuan program. Salah satu fasilitas yang diberikan berupa subsidi 100.000 yen atau sekitar satu minggu sebelum keberangkatan ke Jepang saat peserta berada di Gedung Pemagangan RI di Cipeus, Bekasi.

Sebelum mengikuti seleksi nasional, peserta juga mendapatkan pembinaan pra-seleksi yang mencakup matematika, kemampuan fisik, dan wawancara. Pembelajaran bahasa Jepang dasar turut diberikan sebagai bagian dari persiapan peserta.

“Program ini gratis. Peserta juga mendapatkan persiapan sebelum seleksi, mulai dari matematika, fisik dan wawancara. Untuk bahasa Jepang dasar juga diberikan dan nantinya akan lebih didorong secara intensif setelah peserta lulus seleksi,” ujar Arfin.

IKAPEKSI berharap sedikitnya 80 persen peserta dalam seleksi kali ini dapat dinyatakan lulus. Organisasi tersebut bahkan berharap seluruh peserta yang mengikuti seleksi dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pemagangan di Jepang. “Kami berharap 80 persen bisa lulus, bahkan kalau bisa semuanya lulus dan berangkat ke Jepang,” ujar Arfin.

Menurut dia, program pemagangan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi. Dalam konteks daerah, program tersebut juga diharapkan ikut berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran.

Selain pemagangan ke Jepang, IKAPEKSI menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bandung Barat. Arfin berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut memberikan kesempatan lebih besar kepada pekerja lokal. Ia menilai peningkatan daya saing tenaga kerja tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter.

“Tenaga kerja lokal sebenarnya memiliki peluang yang besar. Yang perlu ditingkatkan adalah attitude dan karakter, terutama bagi generasi Z,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....