Pemkab Pantau Stok dan Kenaikan Harga Sembako
- 05 Okt 2026 22:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut setiap pekannya mengevaluasi setiap laporan perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM (Disperindag) Pemkab Garut Ridwan Ependi mengatakan, untuk perkembangan harga kebutuhan pokok penting (Gapokting) pada pekan ini dilaporkan ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
" Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditi rempah dan sayuran seperti pada komoditi cabe merah kriting yang mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen, cabe rawit merah sekitar 8,4 persen, dan bawang merah krnaikannya sekitar 3,1 persen atau sekitar 800 rupiah perkilogramnya," katanya, di Setda Garut, Senin, 5 Oktober 2026.
Sedangkan, komiditi yang mengalami penurunan harga diantaranya daging sapi turun 0,6 persen, daging ayam boiler 2,5 persen atau sekitar 1000 rupiah per kilogramnya.
"Untuk cabai merah besar turun di 11,5%, cabai rawit hijau turun di 11,9%, kemudian bawang putih impor turun di 7,5%, jadi memang mayoritas mengalami penurunan," katanya.
Ia menyampaikan, krnaikan maupun penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti hukum pasar yang terus berjalan, jika permintaan pasar terus meningkat maka hargapun akan ikut naik, namun jika daya beli melemah maka harga pun akan turun. " Jadi, untuk harga ini akan turut menyesuaikan hukum pasar itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan, hingga sejauh ini stok kebutuhan pokok penting disejumlah pasar tradisional masih relatif aman, dan pihaknya selalu terus memantau setiap perkembangan harga maupun stok ketersediaan komoditi. " Kami akan terus pantau setiap adanya perkembangan, baik untuk harga maupun ketersediaan stok barang," ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk daya beli masyarakat khususnya di Pasar tradisional atau pasar rakyat secara nasional memang mengalami penurunan atau melemah." Untuk daya beli masyarakat ini di skala nasional sekalioun terjadi penekanan, dan itu bukan hanya di pasar rakyat saja, teyapi juga di pasar modern seperti mini market," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....