Tim SAR Temukan Satu Jenazah Nelayan Hilang di Perairan Pamoekan Tasikmalaya

  • 03 Okt 2026 10:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal nelayan terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Kecelakaan tersebut melibatkan tiga orang nelayan.

Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketiga, Jumat malam 2 Oktober 2026, Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai penemuan korban sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian. Korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia adalah korban atas nama Weli (48). Korban kemudian dievakuasi menuju rumah duka.

Dari tiga Korban, tersisa satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ending (58).

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan, operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari satu korban yang masih dalam pencarian.“Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian berdasarkan hasil evaluasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Kami berharap korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujar Ade Dian Permana, dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu 3 Oktober 2026.

Sementara itu, untuk operasi SAR hari keempat, Sabtu 3 Oktober 2026, pencarian akan kembali dilaksanakan dengan Area of Probability (AOP) seluas 505,3294 NM².

Pencarian akan dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit).

SRU 1 melaksanakan penyisiran pantai dari LKP (Last Known Position) ke arah timur dan barat sejauh 4 kilometer. Sementara SRU 2 melaksanakan pencarian di laut menggunakan perahu nelayan ke arah timur dan barat sejauh 8 NM.

Dalam pelaksanaannya, Tim SAR Gabungan tetap menerapkan aspek keselamatan melalui penempatan Safety Officer dan Tim Reaksi Cepat yang dilengkapi peralatan medis. Ambulans dan tim medis juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan selama operasi.

Ade Dian menambahkan, apabila korban berhasil ditemukan, korban akan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat atau sesuai kondisi korban dan selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga.

“Kami mengimbau seluruh unsur yang terlibat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan pencarian. Semoga upaya bersama ini dapat memberikan hasil terbaik dan korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan,” katanya.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas Kantor SAR Bandung, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, perangkat desa, nelayan setempat, keluarga korban, serta unsur SAR gabungan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....