Bandung Barat Integrasikan Perikanan dan KDMP untuk Perkuat Pasokan Ikan SPPG

  • 02 Okt 2026 22:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperkuat jaringan perikanan dan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) melalui peluncuran JARING MINA SPPG sebagai upaya mengintegrasikan produksi ikan lokal dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program bertajuk “Penguatan Jaringan Perikanan dan KDMP untuk Mendukung SPPG” tersebut resmi diluncurkan di UPTD Pembenihan Ikan, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 1 Oktober 2026.

Mewakili Bupati Bandung Barat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengatakan kolaborasi dalam JARING MINA SPPG harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, koperasi, pembudidaya, pelaku pengolahan, dan SPPG diharapkan dapat membangun rantai pasok yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat 2 Oktober 2026.

JARING MINA SPPG dirancang sebagai model tata kelola kolaboratif yang menghubungkan UPTD Pembenihan Ikan, KDMP, Unit Pengolahan Ikan (UPI), dan SPPG dalam satu rantai pasok ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, drh. Wiwin Aprianti, selaku penggagas program, menjelaskan bahwa JARING MINA SPPG dibangun untuk mengubah pola kerja perikanan yang sebelumnya berjalan secara parsial menjadi ekosistem yang terintegrasi.

“JARING MINA SPPG merupakan model Integrated Local Fish Supply Chain Governance yang mengintegrasikan aktor, proses, kebijakan dan data. Rantai pasok tersebut dirancang mulai dari UPTD Pembenihan Ikan, kemudian KDMP dan pembudidaya, UPI, SPPG, hingga penerima manfaat,” jelas Wiwin.

Menurut Wiwin, produksi perikanan nantinya diarahkan berbasis kebutuhan atau demand-driven. Dengan demikian, produksi ikan tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan SPPG dari sisi volume, mutu, kontinuitas, keamanan pangan, dan spesifikasi produk.

Sistem tersebut juga akan diperkuat dengan kepastian offtake, standar operasional prosedur (SOP), serta sistem pemantauan digital yang dapat digunakan untuk memantau produksi, stok, mutu, dan distribusi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati, menekankan pentingnya penguatan KDMP agar tidak hanya menjadi kelembagaan formal, tetapi mampu menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Keterlibatan KDMP dalam budidaya dan agregasi hasil produksi masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepastian pasar bagi pembudidaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi desa yang lebih terorganisasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung, Ramzi, menyampaikan bahwa rantai pasok ikan untuk SPPG perlu dibangun berdasarkan kebutuhan nyata. Menurutnya, kemampuan memproduksi ikan perlu diikuti kemampuan menyediakan produk dalam jumlah, mutu, kontinuitas, dan standar keamanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan SPPG.

Penguatan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan JARING MINA SPPG. Widyaiswara Pusjar SKTAN LAN, Dr. Ayi Nasrudin, yang menjadi coach bagi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat dalam proyek perubahan tersebut, mengatakan perubahan yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi.

Sebagai bentuk komitmen pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas JARING MINA SPPG. Pakta tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Wiwin Aprianti, Kepala Bidang Perikanan Dindin Rustandi, Kepala Bidang Bina Usaha Riyan Haskar Rayka Apriyanto, Kepala UPTD Pembenihan Ikan Asep Devi Virmansyah, perwakilan UPI “Petekres” Rizki Maulana, dan Ketua KDMP Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, Elfan Andriawan.

Pada kesempatan yang sama, bantuan benih ikan diserahkan secara simbolis kepada 24 desa penerima bantuan Kolam Mini RAS dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari benih yang disediakan UPTD, budidaya melalui KDMP dan Kolam Mini RAS, pengolahan oleh UPI, hingga pemanfaatan produk untuk kebutuhan SPPG.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Duddy Prabowo, Asisten III Bidang Administrasi Umum Rini Sartika, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sri Dustirawati, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Siti Aminah Anshoriah, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung Ramzi, Widyaiswara Pusjar SKTAN LAN Ayi Nasrudin, mitra SPPG Rancapanggung, serta 24 kepala desa penerima bantuan Kolam Mini RAS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....