13 Ribu Ton Lebih Banpang Tersalurkan, Bulog: Distribusi Tepat Waktu

  • 01 Okt 2026 18:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut – Penyaluran bantuan pangan (Banpang) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kabupaten Garut resmi tuntas dilaksanakan. Sebanyak 437.793 keluarga penerima manfaat/penerima bantuan pangan (KPM/PBP) telah menerima bantuan dengan total beras yang disalurkan mencapai 13.133.790 kilogram atau sekitar 13.133,79 ton.

Proses pendistribusian bantuan pangan tersebut berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 18 Agustus hingga 30 September 2026. Penyaluran menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Garut yang terdiri dari 421 desa dan 21 kelurahan yang tersebar di 42 kecamatan.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan, selesainya proses distribusi merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petugas lapangan, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, hingga unsur pengamanan dan tenaga pendukung distribusi.

“Alhamdulillah, penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September di Kabupaten Garut sudah selesai dilaksanakan. Total penerima mencapai 437.793 KPM/PBP dengan jumlah beras yang disalurkan sebanyak 13.133.790 kilogram,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Setiap KPM/PBP mendapatkan total bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk tiga bulan alokasi, yakni masing-masing 10 kilogram untuk Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan jumlah penerima mencapai 437.793 KPM/PBP, total keseluruhan beras yang didistribusikan tepat mencapai 13.133.790 kilogram.

Besarnya wilayah Kabupaten Garut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian. Terlebih, bantuan harus disalurkan hingga ke desa-desa yang berada di wilayah selatan maupun kawasan dengan akses yang relatif jauh.

Untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai target, sebanyak 45 armada dikerahkan selama pelaksanaan penyaluran. Sebanyak 45 orang sopir serta 90 orang tenaga bongkar muat turut terlibat dalam proses pengiriman bantuan ke berbagai wilayah.

Selain itu, unsur pengawalan juga diterjunkan setiap hari untuk memastikan perjalanan dan distribusi bantuan berjalan aman dan lancar. Jumlah personel pengawal yang dilibatkan berkisar antara 20 hingga 30 orang per hari, disesuaikan dengan jumlah armada serta target distribusi harian.

“Dalam pelaksanaannya terdapat 45 armada, 45 sopir dan 90 tenaga bongkar muat yang terlibat. Untuk pengawalan setiap hari sekitar 20 sampai 30 orang, menyesuaikan target distribusi pada hari tersebut,” kata Johan.

Menurut Johan, keberhasilan menyelesaikan distribusi hingga seluruh kecamatan tidak terlepas dari koordinasi dan kesiapan seluruh unsur yang bekerja sejak bantuan diberangkatkan hingga diterima masyarakat.

Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jumlah penerima, kondisi geografis, kapasitas angkut kendaraan, serta kesiapan titik penyaluran di masing-masing wilayah. Dengan pola tersebut, bantuan dapat disalurkan kepada ratusan ribu penerima secara terukur.

Salah seorang penerima manfaat, Ida, warga Kabupaten Garut, mengaku bersyukur bisa menerima bantuan pangan tersebut. Menurutnya, bantuan beras yang diterima sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan beras ini. Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu kebutuhan sehari-hari keluarga, terutama untuk kebutuhan makan di rumah,” kata Ida.

Ia berharap program bantuan pangan tersebut dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Ida juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu menyalurkan bantuan hingga sampai kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada pemerintah dan semua petugas yang sudah menyalurkan bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus ada dan bisa membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....