Disdik Bandung Buka Kemungkinan PJJ Jika Kasus Influenza A Meningkat

  • 01 Okt 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung membuka kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kasus Influenza A di lingkungan sekolah terus meningkat.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung mengatakan, kebijakan PJJ akan diterapkan berdasarkan hasil evaluasi bersama dengan Dinas Kesehatan, terutama dengan mempertimbangkan tingkat risiko penyebaran Influenza A di masing-masing wilayah atau satuan pendidikan.

‎

‎"Jika nanti banyak laporan kasus Influenza A, tentu sudah dipikirkan. Kami akan mengevaluasi dan melaporkan kepada Bapak Wali Kota untuk arahan selanjutnya," ujarnya, Kamis 1 Oktober 2026.

‎

‎Menurutnya, PJJ sangat dimungkinkan apabila kondisi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan kasus yang signifikan. Namun, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah masih dilaksanakan secara tatap muka.


‎

‎"PJJ sangat dimungkinkan, namun keputusannya berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Kesehatan untuk menentukan tingkat zona risikonya. Sampai saat ini, pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka langsung," katanya.

‎

‎Ia mengutarakan, Disdik Bandung juga mengutamakan langkah pencegahan bagi warga sekolah yang telah menunjukkan gejala flu, meskipun gejala yang dialami belum tergolong berat.

‎

‎"Diutamakan bagi warga sekolah yang sudah menunjukkan gejala flu, meskipun belum berat. Itu sudah menjadi panduan kami," ucapnya.

‎

‎Disdik Kota Bandung, lanjutnya, terus memantau perkembangan situasi sejak munculnya informasi mengenai kasus Influenza A di Kota Bandung. Koordinasi juga dilakukan dengan para kepala sekolah untuk memastikan langkah antisipasi dapat diterapkan di lingkungan pendidikan.

‎

‎Sebagai bagian dari upaya tersebut, Disdik Bandung telah menerbitkan surat edaran kepada sekolah yang di dalamnya memuat panduan penanganan dan koordinasi apabila ditemukan kasus Influenza A.

‎

‎"Di dalamnya sudah tertuang panduan koordinasi. Jika di satu sekolah persentase kasusnya sudah tinggi, kepala sekolah berwenang mengambil kebijakan PJJ," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....