Rumah Nyaris Ambruk Dua Anak Yatim Bertahan

  • 29 Sep 2026 15:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur- Dua anak yatim bertahan di rumah yang mulai lapuk dimakan usia di Kampung Pasirwaru RT 04/RW 06 Desa Sukalaharja Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Kondisinya semakin memprihatinkan.

Rumah sederhana yang tidak layak huni ditempati dua anak yatim itu terlihat mulai rapuh, bilik-bilik yang berlubang, serta sejumlah bagian bangunan yang terlihat lapuk membuat siapa pun yang melihatnya khawatir ambruk. Terlebih di saat hujan turun apalagi disertai angin rasa takut rumah tersebut roboh selalu menghantui.

Kedua anak tersebut yakni Sani Sundari (18) dan Pikri Muhamad Sidik (15). Sejak sang ayah meninggal dunia pada 2023 lalu, keduanya menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan, Ibunya bekerja di luar daerah dan sesekali mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selebihnya, kehidupan kedua anak yatim itu banyak bergantung pada bantuan tetangga dan orang-orang di sekitar mereka.

Ai (31), salah seorang tetangga, mengatakan kondisi kehidupan Sani dan Sidik memang cukup memprihatinkan sejak ditinggal ayah mereka.

Menurutnya, kondisi rumah yang mereka tempati juga semakin mengkhawatirkan. Atap dan bilik rumah sudah banyak mengalami kerusakan. Saat hujan turun, air bahkan merembes dari berbagai bagian rumah.

“Memang miris kehidupan mereka. Apalagi sejak orangtuanya tidak ada, kondisi rumah terlihat seperti akan roboh. Atapnya sudah rusak, biliknya juga banyak yang bolong. Kalau hujan, bocor di mana-mana,” ujarnya, Selasa 29 September 2026.

Warga sebenarnya telah menawarkan agar Sidik untuk sementara tinggal di rumah saudara maupun tetangga. Namun, Sidik terkadang memilih tetap bertahan di rumahnya sendiri. Ketika hujan turun, ia memilih menginap di rumah kawannya karena khawatir dengan kondisi rumah yang ditempatinya.

“Sidik masih tinggal di rumah itu, sudah ditawari tinggal di saudara atau tetangga, tapi kadang dia tidak mau. Kalau hujan, biasanya dia menginap di rumah kawannya,” tuturnya.

Ai berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kedua anak yatim tersebut. Menurutnya, kondisi rumah yang sudah tidak layak huni seharusnya menjadi perhatian, terlebih penghuni rumah merupakan anak yatim yang masih membutuhkan perlindungan dan bantuan.

Pada waktu yang sama sodara Sani Ipan (31) Sani dan Sidik. Ia mengaku persoalan kondisi rumah tersebut sebenarnya sudah disampaikan kepada pihak lingkungan setempat. Namun, hingga kini belum ada bantuan perbaikan yang diterima.

“Sudah ke RT dan RW, tapi bertahun-tahun belum ada bantuan untuk rumahnya. Kondisinya sekarang sudah semakin parah, bahkan sudah hampir roboh dan belum ada tindakan,” kata Ipan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....