BPBD KBB Perkuat DESTANA, Warga Didorong Lebih Siap Hadapi Bencana
- 29 Sep 2026 17:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Ngamprah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Selasa 29 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Gadobangkong itu melibatkan BPBD Kabupaten Bandung Barat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta masyarakat peserta pelatihan DESTANA.
Penguatan kapasitas tersebut ditujukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan langkah pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan hingga proses evakuasi.
Kabid BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dedi Suryadi, mengatakan keberadaan DESTANA menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.
Menurutnya, masyarakat memiliki posisi strategis karena menjadi kelompok yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Karena itu, kemampuan warga dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan awal perlu terus ditingkatkan.
“Melalui pelatihan ini, Desa Gadobangkong terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi bencana,” ujar Dedi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Ngamprah, jajaran BPBD Kabupaten Bandung Barat, Kepala Desa Gadobangkong Ae Tajudin, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta para peserta pelatihan.
Dorong Desa Kenali Potensi Risiko
Penguatan DESTANA tidak hanya diarahkan pada kemampuan penanganan saat kondisi darurat. Masyarakat juga didorong untuk mengenali berbagai potensi risiko bencana yang ada di lingkungan sekitar.
Identifikasi risiko, pemahaman jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga koordinasi antarunsur masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan di tingkat desa.
Kepala Desa Gadobangkong, Ae Tajudin, menyatakan peningkatan pengetahuan dan kemampuan warga merupakan bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi kondisi darurat.
"Kolaborasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam dan masyarakat juga diperlukan agar sistem penanggulangan bencana dapat berjalan secara terkoordinasi," kata Ae.
Dalam situasi bencana, kecepatan masyarakat dalam mengambil tindakan awal dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Karena itu, pemahaman mengenai langkah penyelamatan, komunikasi darurat dan prosedur evakuasi perlu terus diperkuat. Pelatihan secara berkala juga diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh warga tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat.
Penguatan DESTANA di Desa Gadobangkong menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya sadar bencana dari tingkat masyarakat paling dekat dengan risiko.
Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah dan berbagai unsur terkait, upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Bandung Barat dapat dilakukan secara lebih terpadu, dimulai dari lingkungan desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....