PLN UID Jabar Siapkan 80 Personel Amankan Listrik FIFA ASEAN Cup di Jalak Harupat
- 28 Sep 2026 15:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat menyiagakan 80 personel untuk mengawal keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Selain personel, PLN menyiapkan sejumlah perangkat pendukung untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan. Di antaranya tiga Unit Gardu Bergerak (UGB), lima unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan dua unit generator set (genset).
Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah pertandingan Grup B yang mempertemukan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan digelar di stadion tersebut dalam periode 25 September hingga 5 Oktober 2026.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya menerapkan skema Zero Down Time (ZDT) untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik. Sistem tersebut memberikan dukungan berlapis pada titik-titik vital stadion sehingga pasokan listrik tetap terjaga apabila terjadi gangguan pada sumber utama.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, kesiapan kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung Jawa Barat sebagai salah satu tuan rumah ajang internasional tersebut.
“Ajang internasional seperti FIFA ASEAN Cup membawa nama Indonesia dan Jawa Barat. Karena itu, kami ingin memastikan dukungan kelistrikan terbaik melalui sistem yang andal dan pengamanan berlapis. PLN hadir untuk memastikan kebutuhan listrik selama pertandingan dapat terpenuhi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Muhammad Joharifin, Senin, 28 September 2026.
Menurut Joharifin, listrik memiliki peran penting dalam mendukung pertandingan meskipun keberadaannya tidak selalu terlihat oleh penonton. Penerangan stadion, perangkat pertandingan, hingga fasilitas pendukung membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
“Listrik mungkin tidak selalu terlihat ketika pertandingan berlangsung, tetapi perannya sangat vital. Mulai dari pencahayaan stadion, perangkat pertandingan hingga berbagai fasilitas pendukung membutuhkan pasokan yang andal. Karena itu, kami memastikan sistem kelistrikan telah dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan turnamen ini,” katanya.
Sebelum pertandingan berlangsung, PLN telah melakukan pemeriksaan terhadap jaringan dan gardu yang memasok listrik ke Stadion Si Jalak Harupat. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seluruh perangkat pendukung, sekaligus memetakan sejumlah titik yang membutuhkan pengamanan khusus.
Manajer PLN UP3 Majalaya Widodo mengatakan, seluruh sistem pengamanan kelistrikan telah disiapkan agar dapat digunakan sewaktu-waktu. Puluhan personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis selama pertandingan berlangsung.
"Kami memastikan seluruh sistem siap, mulai dari jaringan dan gardu yang memasok stadion hingga peralatan pendukung berupa tiga UGB, lima UPS, dan dua genset. Sebanyak 80 personel juga kami siagakan di titik-titik strategis,” ujar Widodo.
Widodo menambahkan, kondisi kelistrikan akan dipantau secara berkelanjutan selama pertandingan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani secepat mungkin.
“Selama pertandingan, kondisi kelistrikan akan terus kami pantau agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat,” katanya.
PLN juga memperkuat kesiapan melalui koordinasi bersama pengelola Stadion Si Jalak Harupat dan pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut meliputi pengaturan kebutuhan listrik di titik prioritas, sumber pasokan utama dan cadangan, serta prosedur penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Dengan dukungan 80 personel, tiga UGB, lima UPS, dua genset, serta penerapan sistem Zero Down Time, PLN memastikan pasokan listrik di Stadion Si Jalak Harupat tetap terjaga selama FIFA ASEAN Cup 2026. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap kelancaran penyelenggaraan turnamen internasional di Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....