Polisi Dalami Dugaan Gangguan Kejiwaan Pelaku Penusukan Ibu Tiri di Bandung
- 28 Sep 2026 15:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Polisi masih mendalami kasus penusukan terhadap Apriyanti (52) yang diduga dilakukan anak tirinya, DH (31), di wilayah Panyileukan, Kota Bandung. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Minggu sore, 27 September 2026.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian penyidik dalam kasus ini adalah kondisi kejiwaan DH. Namun, polisi belum dapat memastikan apakah pelaku memiliki gangguan kejiwaan.
Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana mengatakan, pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi masih dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Sehingga, tes kejiwaan terhadap pelaku belum dilakukan.
"Kami masih penyelidikan belum tes kejiwaan," kata Anang saat dikonfirmasi, Senin 28 September 2026.
Menurutnya, pemeriksaan psikologis terhadap DH dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan. Polisi terlebih dahulu akan meminta keterangan ahli untuk menentukan langkah berikutnya.
"Kita penyelidikan dulu. Nanti kita minta keterangan ahli, baru tes psikologi kalau ada indikasi yang mengarah ke gangguan kejiwaan," ujarnya.
Selain kondisi kejiwaan, polisi juga masih menelusuri asal alat kejut listrik dan pisau dapur yang digunakan dalam kejadian tersebut. Dalam aksinya, DH diduga terlebih dahulu menggunakan alat kejut listrik terhadap korban hingga tidak berdaya sebelum menusuknya dengan pisau dapur.
Akibat kejadian tersebut, Apriyanti mengalami sejumlah luka serius yang menyebabkan hilangnya nyawanya, di antaranya pada bagian leher, mata, dan perut. Polisi masih melakukan pendalaman terkait barang-barang yang digunakan pelaku.
"Masih didalami ya," kata Anang singkat.
Kejadian itu diketahui warga sekitar dan ayah pelaku yang baru pulang bekerja. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan pemeriksaan sementara pada DH, aksinya dipicu oleh rasa dendam. Menurut keterangan DH pada Polisi, ia mengaku sakit hati pada korban lantaran korban disebut kerap sedikit dalam memberi makan pelaku.
Saat ini DH telah diamankan oleh kepolisian dan mendekam di sel Mapolsek Panyileukan. Polisi juga akan terus mendalami kasus ini dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada DH.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....