Jurnalisme Warga Berkembang, Dorong 151 Karya Prakarsa Penguat Komunikasi Publik
- 22 Sep 2026 16:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai perkembangan teknologi telah mendorong semakin tumbuhnya jurnalisme warga di Kota Bandung. Hal itu terlihat dari kualitas karya video dokumentasi yang dihasilkan masyarakat dalam lomba Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) Bandung Utama tingkat Kota Bandung 2026.
Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat penjurian untuk menetapkan tiga besar pelaksanaan terbaik lomba video dokumentasi pendek Prakarsa Bandung Utama di Kantor RRI Bandung, Selasa 22 September 2026.
Menurut Farhan, kemudahan akses teknologi, perangkat yang semakin terjangkau, serta kemampuan masyarakat dalam menghasilkan konten menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi publik.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa jurnalisme warga kini semakin berkembang. Teknologi semakin mudah diakses, perangkat semakin terjangkau, kualitas hasilnya pun sangat baik, dan informasi dapat disebarkan kapan saja. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga," ujar Farhan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Stasiun RRI Bandung beserta jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, termasuk jajaran Pemerintah Kota Bandung dan tim Prakarsa.
"Terima kasih kepada Bapak Kepala Stasiun RRI beserta seluruh staf yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Terima kasih juga kepada jajaran TAPEM dan tim Prakarsa yang telah bekerja luar biasa," katanya.
Farhan mengatakan, seluruh 151 karya yang masuk dalam lomba tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan dikembangkan untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Ia berencana mengkaji karya-karya tersebut bersama jajaran media dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melihat bagaimana kekuatan jurnalisme warga dapat dimanfaatkan dalam komunikasi publik Pemerintah Kota Bandung.
"Tidak apa-apa, mari kita rangkum seluruh 151 karya yang masuk. Nanti kita kaji bersama rekan-rekan media, termasuk Dinas Kominfo, bagaimana memanfaatkan kekuatan jurnalisme warga ini untuk memperkuat komunikasi publik," ujarnya.
Farhan menilai, komunikasi pemerintah tetap diperlukan. Namun, konten yang dibuat langsung oleh masyarakat memiliki nilai tersendiri karena menyampaikan kondisi lingkungan dan kehidupan warga dari sudut pandang mereka sendiri.
"Jurnalisme warga seperti ini sangat berharga. Penyampaiannya positif, lugas, dan datang langsung dari warga," katanya.
Ia juga menyoroti keunikan sejumlah karya yang dinilai mampu menampilkan sisi autentik kehidupan masyarakat. Salah satunya ketika seorang Ketua RW menampilkan foto-foto masa lalu dalam video yang dipresentasikan.
"Hal-hal kecil seperti itu justru menjadi keunikan yang wajar terjadi. Itu menunjukkan keaslian dan keramahan warga," ucap Farhan.
Farhan berharap kemampuan masyarakat dalam memproduksi konten berkualitas dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari komunikasi publik yang tumbuh dari masyarakat.
"Kini warga sudah mampu menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. Mari kita manfaatkan hal ini sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri," katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandung sekaligus dewan juri, Soleman Yusuf, mengaku terkesan dengan kualitas sejumlah karya yang ditampilkan peserta.
Soleman mencontohkan karya dari wilayah Arcamanik yang dinilainya memiliki penyampaian pesan yang tulus dan jujur.
"Penyampaiannya terlihat tulus dan jujur, pesannya tersampaikan dengan baik. Hanya saja terdapat beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan, misalnya tulisan pada teks terlalu kecil dan menghilang terlalu cepat sehingga penonton tidak sempat membacanya," jelasnya.
Menurutnya, beberapa peserta lainnya juga memiliki kekuatan masing-masing. Peserta dari Jibinyeong Kaler, Cigadung, misalnya, menggunakan pendekatan fragmen cerita atau adegan pada bagian awal video.
Pendekatan tersebut dinilai menarik, meskipun alur pesan dalam video menjadi sedikit terbagi karena pembahasan mengenai manfaat tanaman kemudian beralih pada isu kebersihan lingkungan.
"Meski demikian, pendekatan berbentuk narasi atau adegan ini tetap menarik. Hal serupa juga tampak pada peserta ketiga," katanya.
Soleman menambahkan, peserta lainnya bahkan mampu menyajikan video dengan format menyerupai laporan berita televisi. Menurutnya, kualitas penyajian tersebut sudah menunjukkan kemampuan jurnalistik yang baik.
"Seperti yang saya sampaikan kepada Bapak Wali Kota, hal ini patut diperhatikan. Kualitas penyajiannya setara dengan laporan jurnalisme profesional di media arus utama," ujarnya.
Ia menilai kemampuan tersebut menjadi hal yang menarik karena produksi laporan jurnalistik dengan kualitas seperti itu umumnya membutuhkan pendidikan dan pengalaman yang cukup panjang.
"Saya tidak mengetahui latar belakang pendidikan mereka, namun kualitas laporan yang ditampilkan sungguh luar biasa," katanya.
Soleman berharap lomba video dokumentasi Prakarsa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, dokumentasi yang dihasilkan tidak hanya menampilkan pernyataan pimpinan atau pejabat, tetapi juga menghadirkan suara masyarakat secara langsung dengan dukungan bukti visual.
"Dokumentasi yang dihasilkan sangat baik, tidak hanya berisi pernyataan dari pimpinan atau pejabat, melainkan suara langsung dari masyarakat yang disertai bukti visual yang nyata. Kualitasnya semakin membaik dari waktu ke waktu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....