Lomba Video Prakarsa, Dorong Jurnalisme Warga Jadi Media Komunikasi Publik
- 22 Sep 2026 16:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Lomba video dokumentasi pendek Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) Bandung Utama tingkat Kota Bandung 2026 diikuti oleh 151 RW. Dari seluruh peserta, sebanyak 10 finalis dari 10 kelurahan terpilih untuk mengikuti tahap penjurian penetapan tiga besar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, karya yang ditampilkan para finalis menunjukkan kemampuan warga dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan konten yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Farhan seusai menghadiri rapat penjurian penetapan tiga besar pelaksana terbaik lomba video dokumentasi pendek Program Prakarsa Bandung Utama tingkat Kota Bandung 2026 di RRI Bandung, Selasa 22 September 2026.
"Tadi saya melihat para finalis berasal dari 10 kelurahan, masing-masing mewakili satu RW. Karya-karyanya sangat bagus semua," ucapnya.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam membuat konten saat ini semakin berkembang seiring dengan kemudahan akses dan penggunaan teknologi.
"Hal ini menunjukkan kemampuan warga dalam membuat konten sudah sangat luar biasa. Pemanfaatan teknologi yang kini semakin mudah dikuasai ternyata menghasilkan kemampuan yang bisa dikatakan berada di atas rata-rata," katanya.
Farhan menyebut, ke depan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sarana komunikasi publik melalui jurnalisme warga.
Pemerintah Kota Bandung berencana mengumpulkan para finalis dan peserta dari setiap kelurahan untuk meninjau kembali karya-karya yang telah dibuat. Konten yang dinilai baik dan relevan nantinya berpeluang dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai program-program pemerintah yang berjalan di wilayah masing-masing.
"Jika isinya memang baik, karya tersebut akan dijadikan bagian dari komunikasi publik mengenai program-program yang berjalan di wilayah masing-masing. Jadi, kegiatan ini akan menjadi sarana komunikasi publik berbasis jurnalisme warga," jelasnya.
Farhan juga mengapresiasi karakter karya warga yang dinilai sederhana dan menampilkan kondisi secara apa adanya. Menurutnya, unsur kejujuran menjadi salah satu kekuatan utama dalam konten yang dibuat masyarakat.
"Yang paling saya sukai adalah kejujurannya. Kesederhanaan dan kejujuran itu sendiri. Tanpa rekayasa, apa adanya," ungkapnya.
Ia menilai, apabila terdapat unsur penampilan atau dramatisasi dalam video, hal tersebut masih terasa sebagai bagian dari ekspresi warga yang sederhana sehingga membuat konten lebih dekat dengan masyarakat.
"Kalau ada dramatisasi sekalipun, sifatnya sederhana dan justru semakin membuat warga merasa dekat dan mempercayainya," katanya.
Farhan menambahkan, lomba video Prakarsa tersebut direncanakan menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, komunikasi mengenai berbagai program pemerintah perlu melibatkan masyarakat yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
"Ya, akan menjadi agenda rutin. Bagus sekali. Sebab setiap program harus dikomunikasikan, dan pihak yang paling tepat untuk menyampaikannya adalah mereka yang merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Hal itu sangat penting," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....