Pawai Jampana HJKB 216 Tampilkan Kekhasan Tiap Kecamatan dan OPD

  • 21 Sep 2026 17:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung tengah mematangkan konsep Pawai Jampana sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari setiap kecamatan serta organisasi perangkat daerah (OPD) akan membawa jampana dengan ciri khas masing-masing.

‎‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan setiap jampana akan menampilkan kekhasan kesenian maupun produk unggulan dari wilayah atau perangkat daerah yang diwakilinya.

‎"Misalnya, kecamatan yang dikenal dengan produk tahu Cibuntu bisa menampilkan produk tersebut secara langsung pada jampananya," ujar Adi, Senin 21 September 2026.

‎‎Menurut Adi, konsep dan teknis pelaksanaan Pawai Jampana masih dalam tahap pematangan. Setiap jampana nantinya akan dipikul oleh sekitar empat orang dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yakni panjang sekitar 1,2 meter dan lebar kurang lebih setengahnya.

‎‎Konsep serupa juga diterapkan pada setiap OPD. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), misalnya, akan menampilkan hasil-hasil pertanian. Sementara Disbudpar dapat menampilkan gambaran gedung cagar budaya atau berbagai warisan sejarah Kota Bandung.

‎‎"Semua ini dilakukan tanpa mengurangi kemeriahan acara, dan nantinya berakhir di Balai Kota," katanya.


‎‎Di kawasan Balai Kota Bandung, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai wilayah. Sejumlah tokoh maupun seniman juga akan dihadirkan untuk turut memeriahkan suasana.

‎‎Sementara itu, rute Pawai Jampana masih akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan pihak kepolisian. Namun, rancangan rute yang telah dilaporkan kepada pimpinan yakni dimulai dari Jalan Panguragan, kemudian menyusuri Jalan Dago, turun menuju Jalan Merdeka, hingga berakhir di Balai Kota Bandung.

‎‎Terkait pembiayaan, Adi menyebut anggaran kegiatan akan disesuaikan dan dipenuhi oleh masing-masing OPD.

‎"Iya, anggaran disesuaikan dan dipenuhi dari masing-masing OPD," ucapnya.

‎‎Adi menjelaskan, jika merujuk standar dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk kegiatan festival seni budaya, kebutuhan anggaran konsep jampana berada di kisaran belasan juta rupiah. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan penggunaan mobil hias yang dapat mencapai lebih dari Rp100 juta per unit.

‎‎"Ya, benar-benar efisien. Kami juga menyadari kondisi ekonomi saat ini, sehingga perlu menghemat pengeluaran dan menyesuaikan diri dengan kemampuan yang ada," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....