Melayani Puluhan Anak, Begini Tantangan Petugas Perpustakaan Cimahi
- 20 Sep 2026 14:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Menggelar kegiatan literasi untuk puluhan anak dalam satu waktu membutuhkan persiapan dan koordinasi yang tidak sederhana. Petugas Perpustakaan Kota Cimahi harus mengatur ruang, membagi tugas hingga menyiapkan aktivitas agar anak-anak tetap nyaman selama mengikuti Tour Library.
Staf Bidang Pelayanan Perpustakaan Kota Cimahi, Hera Septiani, mengatakan salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah keterbatasan ruang ketika jumlah peserta kunjungan cukup banyak. Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari cara agar anak-anak tetap aktif tanpa mengurangi kenyamanan selama kegiatan.
“Kadang dengan ruang yang terbatas, kita kesulitan untuk mengatur anaknya.” ujar Hera dalam keterangannya, Sabtu 19 September 2026.
Menurut Hera, petugas harus kreatif mengatur rangkaian kegiatan karena anak-anak relatif mudah kehilangan fokus. Berbagai aktivitas seperti permainan, senam, mendongeng dan membaca disusun secara bergantian agar suasana tidak monoton.
Persiapan kegiatan dilakukan setelah sekolah berkoordinasi dengan Disarpusda Kota Cimahi mengenai jadwal dan jumlah peserta. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan jumlah personel yang akan ditugaskan dalam kegiatan kunjungan.
Bidang perpustakaan memiliki 13 staf yang dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun rombongan sekolah. Untuk kunjungan sekitar 50 peserta, biasanya lima staf ditugaskan, sedangkan jumlah rombongan yang lebih besar dapat dilayani hingga delapan petugas.
Pembagian personel dilakukan agar setiap bagian kegiatan dapat terpantau dengan baik. Petugas tidak hanya bertanggung jawab terhadap aktivitas literasi, tetapi juga memastikan pergerakan rombongan dari satu area ke area lainnya berlangsung tertib.
Rangkaian Tour Library dimulai dengan penyambutan dan pengenalan perpustakaan sebelum peserta mengikuti ice breaking. Setelah itu, anak-anak mengikuti permainan edukatif, membaca atau bermain, mendengarkan dongeng dan kemudian menuju lantai atas untuk mengenal sejarah Kota Cimahi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Bioskop Mini dengan pemutaran film yang disesuaikan dengan usia peserta. Setelah menonton, anak-anak dapat mengabadikan kunjungan melalui photobooth bertema Bioskop Mini dan Library Funtastic.
Bagi petugas, kepuasan tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme anak-anak selama mengikuti kegiatan menjadi salah satu pengalaman yang membuat pekerjaan tersebut terasa bermakna.
Hera mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan literasi membuat dirinya merasa ikut berkontribusi dalam membangun budaya membaca. Ia menilai pengenalan perpustakaan sejak usia dini dapat menjadi bagian dari proses membangun generasi yang dekat dengan literasi.
“Pokoknya kayak ada sesuatu yang bikin diri aku tuh senang karena aku juga berkontribusi buat membangun negeri ini, salah satunya dengan literasi.” katanya.
Kelelahan petugas juga terbayar ketika anak-anak menunjukkan keinginan untuk kembali berkunjung ke Perpustakaan Kota Cimahi. Bahkan, ketertarikan anak terhadap berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia menjadi penyemangat bagi para staf.
“Kadang akhirnya mereka nanti datang lagi ke sini, mereka happy, terus apa pun yang ada di perpustakaan mereka suka.” ucapnya.
Meningkatnya permintaan kunjungan membuat koordinasi internal menjadi semakin penting bagi Perpustakaan Kota Cimahi. Petugas harus menyiapkan pembagian tugas, jadwal rombongan, ice breaking hingga pengelolaan setiap titik kegiatan sebelum peserta datang.
Di tengah tantangan tersebut, Perpustakaan Kota Cimahi terus mengembangkan konsep layanan yang lebih ramah anak. Upaya itu diharapkan dapat menciptakan pengalaman positif sehingga perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan bagi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....