Bukan Sekadar Membaca, Ini Strategi Perpustakaan Cimahi Gaet Anak di Era Gadget
- 20 Sep 2026 14:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Perkembangan teknologi dan penggunaan gadget membuat perpustakaan menghadapi tantangan baru dalam meningkatkan minat baca anak. Perpustakaan Kota Cimahi memilih pendekatan berbeda dengan terlebih dahulu membangun ketertarikan anak untuk datang dan mengenal berbagai aktivitas literasi.
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, menjelaskan bahwa meningkatkan minat baca tidak selalu harus dimulai dengan meminta anak langsung membaca buku. Menurutnya, rasa penasaran dan keinginan mengunjungi perpustakaan perlu dibangun agar anak memiliki pengalaman positif sejak awal.
“Yang sekarang sedang diupayakan untuk ditingkatkan adalah rasa ingin berkunjung ke perpustakaannya dulu.” ujar Dyah dalam keterangannya, Sabtu 19 September 2026.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Perpustakaan Kota Cimahi menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dalam program kunjungan sekolah. Anak-anak dapat mengikuti permainan, ice breaking, kegiatan motorik, mendongeng, membaca buku hingga menonton film di bioskop mini.
Pendekatan tersebut sekaligus berupaya menghilangkan anggapan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang hanya digunakan untuk membaca dalam suasana hening. Perpustakaan diarahkan menjadi ruang belajar yang ramah anak dengan berbagai kegiatan yang tetap memiliki unsur edukasi.
Dyah mengatakan pengenalan kegiatan perpustakaan juga dilakukan melalui media sosial, termasuk Instagram dan TikTok. Pemanfaatan platform digital tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, terutama generasi yang sehari-hari dekat dengan teknologi.
Selain datang langsung, masyarakat Kota Cimahi juga memiliki pilihan mengakses layanan perpustakaan melalui aplikasi Cimalib. Aplikasi tersebut dapat digunakan melalui perangkat digital dan tersedia di Play Store.
Ketika kunjungan rombongan sekolah berlangsung, perpustakaan menerapkan alur pelayanan yang telah disiapkan sebelumnya. Sekolah terlebih dahulu mengirimkan surat kepada Disarpusda Kota Cimahi, kemudian petugas melakukan koordinasi mengenai jadwal, waktu kedatangan dan jumlah peserta.
Staf Bidang Pelayanan Perpustakaan Kota Cimahi, Emilia Angelina, mengatakan pengaturan jadwal diperlukan agar kunjungan antar rombongan sekolah tidak berlangsung bersamaan. Persiapan tersebut juga dilakukan agar seluruh kegiatan pada hari kunjungan dapat berjalan sesuai rencana.
“Dengan teknisnya supaya nanti pas hari H lancar, kita juga biasanya bikin jadwal kunjungan supaya tidak bentrok antara sekolah satu dengan sekolah lainnya.” kata Emilia.
Perpustakaan Kota Cimahi memiliki 13 staf pada bidang perpustakaan untuk mendukung kegiatan pelayanan. Saat menerima rombongan sekitar 50 orang, biasanya lima petugas diterjunkan, sedangkan rombongan lebih dari 50 orang dapat dilayani hingga delapan staf.
Pengaturan jumlah petugas tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan setiap aktivitas dapat diikuti peserta. Dengan pembagian tugas yang disesuaikan jumlah pengunjung, kegiatan literasi dapat berlangsung lebih terarah.
Tantangan lain muncul ketika karakter peserta yang masih anak-anak membuat mereka mudah kehilangan fokus. Karena itu, petugas menyiapkan rangkaian kegiatan yang bervariasi agar perhatian anak tetap terjaga hingga kegiatan selesai.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih fleksibel tanpa meninggalkan tujuan utama perpustakaan. Anak-anak diperkenalkan kepada buku melalui pengalaman yang lebih luas, mulai dari bermain, mendengar cerita, mengenal sejarah hingga menikmati film edukatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....