DPRD Jawa Barat Dorong KPID Jabar Meningkatkan Program Literasi Media

  • 18 Sep 2026 19:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Provinsi Jabar meningkatkan program literasi media, bagi masyarakat, khususnya generasi muda hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai penting agar mampu menyikapi dengan positif atas derasnya arus informasi secara kritis dan bijak.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna usai menjadi keynote speaker pada kegiatan Pemahaman Literasi Media Bagi Masyarakat dengan tema Peningkatan Kualitas SDM Penyiaran melalui Riset 5+1 di Kota Depok, Jumat, 18 September 2026.

Pradi Supriatna menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Apabila sebelumnya masyarakat harus melalui berbagai tahapan untuk mendapatkan informasi, kini hampir seluruh informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat yang berada dalam genggaman, misalnya handphone dan sebagainya.

“Dari yang awalnya berproses, sekarang informasi sudah ada di genggaman tangan. Apapun bisa dilihat. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita memberikan literasi kepada masyarakat, apalagi kepada anak-anak muda ke depan,” jelas Pradi Supriatna.

Saat ini lanjut Pradi Supriatna, masyarakat membutuhkan informasi yang valid, edukatif, serta dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi global. Oleh sebab ini literasi media atau informasi menjadi semakin penting , khususnya bagi generasi milenial, Z, hingga generasi Alpha yang sangat dekat dengan teknologi digital dan media sosial.

“Regulasi belum ada, tetapi informasinya sudah sampai. Jangan sampai informasi yang kurang tepat menjadi konsumsi yang kurang sehat bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan, penyebaran informasi yang tidak utuh maupun informasi palsu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan untuk melakukan verifikasi sebelum menerima maupun menyebarkan informasi perlu terus diperkuat.

DPRD Jawa Barat mengajak masyarakat membiasakan diri memeriksa informasi melalui pendekatan 5W+1H, yakni what, who, when, where, why, dan how, termasuk memastikan sumber informasi serta tujuan penyebarannya.

“Ketika literasi ini sampai dan dipahami, tentu kita bisa memproteksi diri kita sendiri. Misalnya ketika ada informasi di tangan kita, jangan langsung kita share kembali. Cari sumbernya dan pastikan apakah informasi tersebut benar,” pintanya.

Perluas Literasi hingga Sekolah

Selain memperluas program literasi hingga ke kabupaten dan kota, DPRD Jawa Barat mendorong agar edukasi mengenai literasi media dan informasi dapat masuk ke lingkungan pendidikan, khususnya jenjang SMP dan SMA.

Pihaknya menilai sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun kemampuan generasi muda dalam memilah informasi sejak dini. Terlebih, anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang sangat aktif menggunakan media digital.

“Kami sangat mendorong itu (memperluas literasi media ke sekolah-sekolah) namun tentu perlu dukungan dari sisi anggaran dan lainnya. Kami berharap bisa mulai dari level SMP dan SMA,” harapnya.

Menurutnya, penguatan literasi informasi di sekolah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun sikap kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang diterima secara sepotong.

Ia berharap kolaborasi antara KPID Provinsi Jabar , pemerintah daerah, DPRD Jawa Barat, serta satuan pendidikan dapat terus diperkuat agar masyarakat, terutama generasi muda, memiliki ketahanan dalam menghadapi perkembangan informasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....