BMKG Catat 118 Gempa di Kabupaten Bandung dalam Sebulan Terakhir

  • 18 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 118 aktivitas gempa bumi di Kabupaten Bandung dan sekitarnya selama satu bulan terakhir, Gempa-gempa tersebut tercatat sepanjang periode 11 Agustus hingga 17 September 2026.

Dari jumlah tersebut, 13 gempa dirasakan masyarakat di Pangalengan, Talegong, Cisewu dan wilayah sekitarnya dengan intensitas II-III MMI. Gempa yang tercatat memiliki magnitudo 1,0 hingga 3,4.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar lokal. Pusat gempa membentuk pola kelurusan arah Barat Daya-Timur Laut, sekitar 5-8 kilometer dari Sesar Garsela Segmen Kendang dan Segmen Kencana.

Namun, sebaran gempa tidak berada pada zona Sesar Garsela Segmen Kendang, Segmen Kencana maupun Sesar Cicalengka. BMKG menyebut lokasi tersebut berada di area yang belum terpetakan dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024.

"Dalam hal ini perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait sumber gempa tersebut," demikian keterangan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat 18 September 2026.

Untuk memantau aktivitas kegempaan di Jawa Barat, BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah. Jaringan tersebut mampu mendeteksi aktivitas gempa mikro atau gempa bermagnitudo kecil.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," tulis BMKG dalam pengumuman resmi.

Sementara itu, BMKG Stasiun Geofisika Bandung terus melakukan edukasi mitigasi melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi, BMKG Goes to School, serta sosialisasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, termasuk yang baru dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....