Tak Hanya Kebakaran, Damkar Bandung Barat Bantu Warga Atasi Sejumlah Kasus
- 17 Sep 2026 20:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Tugas petugas pemadam kebakaran kini tak lagi sebatas memadamkan api. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bahkan kerap turun tangan menangani berbagai persoalan warga yang tidak berkaitan langsung dengan bencana kebakaran.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, petugas Damkar KBB tercatat menangani dan menyelamatkan warga dalam 914 kejadian yang tersebar di 16 kecamatan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB Siti Anshoriah mengatakan, permintaan bantuan masyarakat semakin beragam. Selain penanganan kondisi darurat, petugas juga diminta membantu mengevakuasi ular, sarang tawon hingga warga yang terjebak di dalam rumah.
“Sekarang masyarakat tidak hanya menghubungi kami ketika terjadi bencana. Ada ular masuk rumah, sarang tawon, orang terjebak di rumah, bahkan ada yang meminta bantuan untuk melepas cincin dari jari,” kata Siti, dalam keterangannya, Kamis 17 September 2026.
Bahkan, kata dia, pada hari yang sama pihaknya menerima laporan mengenai seekor sapi yang masuk ke dalam lubang toren di wilayah Lembang. Meski kasus tersebut berada di luar penanganan bencana kebakaran, petugas tetap berupaya memberikan bantuan. “Banyak permintaan bantuan bukan karena ada bencana. Kami tetap mengupayakan untuk datang membantu,” ujarnya.
Siti mengakui, tidak semua personel memiliki keterampilan khusus untuk menangani berbagai jenis penyelamatan tersebut. Karena itu, ia mendorong petugas untuk secara mandiri memperkaya pengetahuan dan keterampilan, termasuk memanfaatkan berbagai materi edukasi yang tersedia di platform digital seperti YouTube dan TikTok.
Hingga kini, Damkar KBB belum memberikan pelatihan khusus kepada personel untuk menangani kasus-kasus nonkebakaran. Dinas tersebut memiliki 166 personel yang disiagakan melalui sejumlah pos wilayah, yakni Lembang, Cikalongwetan, Cililin, Cipatat, Sindangkerta, Parongpong, serta markas komando.
Data Damkar KBB menunjukkan, jumlah operasi penyelamatan mengalami peningkatan pada sejumlah bulan. Pada Maret tercatat 125 kejadian, April 133 kejadian, Mei 120 kejadian, Juli 103 kejadian, dan Agustus mencapai 123 kejadian.
Untuk kejadian kebakaran, Cipatat menjadi wilayah dengan catatan tertinggi hingga Agustus, yakni 30 kejadian. Disusul Padalarang 27 kejadian, Lembang 25 kejadian, Ngamprah 18 kejadian, serta Cihampelas dan Cikalongwetan masing-masing 17 kejadian.
Sementara dalam kategori penyelamatan, Padalarang mencatat jumlah tertinggi dengan 172 kejadian. Berikutnya Ngamprah 146 kejadian, Parongpong 117 kejadian, Lembang 85 kejadian, dan Cipatat 63 kejadian. Di sisi lain, ancaman kebakaran menjadi perhatian Damkar KBB, terutama selama periode kemarau panjang yang berlangsung sejak Juli hingga September.
Hingga akhir Agustus 2026, tercatat 210 kejadian kebakaran. Rinciannya, sembilan kejadian pada Januari, tujuh pada Februari, 18 pada Maret, delapan pada April, sembilan pada Mei, 20 pada Juni, 73 pada Juli, dan 67 kejadian pada Agustus. Dari seluruh kejadian tersebut, tercatat 82 korban jiwa dan 23 orang mengalami luka-luka.
“Rekapitulasi kami lakukan setelah tanggal terakhir pada bulan tersebut. Jadi, angka 210 kejadian itu merupakan catatan sampai Agustus 2026,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....