SPPG Sindang Jaya Bandung Ditemukan Kotoran dan Kecoa

  • 16 Sep 2026 12:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan sejumlah persoalan sanitasi pada salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati. Dalam pemeriksaan, ditemukan kotoran dan kecoa di ruang penyimpanan bahan makanan basah.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebersihan dan fasilitas sanitasi di SPPG tersebut masih perlu diperbaiki.

‎Selain ruang penyimpanan bahan makanan basah, Dinkes juga menemukan persoalan pada ruang pencucian. Dinding ruangan tersebut belum menggunakan material yang kedap air, sehingga berpotensi membuat kondisi ruangan menjadi lembap dan basah.

‎"Ruang cuci juga dindingnya belum kedap air. Seharusnya dindingnya tahan air agar tidak lembap atau basah. Secara keseluruhan, fasilitas sanitasinya belum lengkap," ujar Sony, Rabu 16 September 2026.

‎Menurutnya, hasil pemeriksaan juga menunjukkan penataan area dapur yang digunakan sebagai sarana produksi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum maksimal.

‎Sony menyebut sebagian ruangan masih menggunakan atap baja ringan tanpa plafon. Padahal, seluruh ruangan yang digunakan untuk kegiatan produksi makanan seharusnya memiliki plafon untuk mendukung kebersihan dan sanitasi.

‎"Ruangan beratap langsung dari baja ringan, seharusnya sudah dipasang plafon. Sebagian ruangan sudah berplafon, namun sebagian lainnya masih terbuka. Selain itu, alur masuk dan keluar makanan sudah dipisah sebagaimana mestinya," katanya.

‎Dinkes juga memberikan catatan terhadap ruang penyimpanan bahan makanan kering. Penataan bahan makanan dinilai masih terlalu rapat dengan dinding, langit-langit, maupun lantai.

‎Sony menjelaskan, bahan makanan seharusnya disimpan dengan jarak yang cukup dari dinding, lantai, dan langit-langit. Jarak tersebut diperlukan untuk memudahkan proses pembersihan sekaligus mencegah munculnya berbagai sumber kontaminasi.

‎"Untuk ruang penyimpanan bahan kering, penataannya perlu diperbaiki, terutama jarak penyimpanan dari dinding, langit-langit, dan lantai harus diberi jarak yang cukup. Namun saat ini masih terlalu rapat. Kondisi di Mandalajati juga demikian," ucapnya.

‎Meski ditemukan sejumlah persoalan sanitasi, Sony memastikan sejauh ini belum terdapat kasus kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

‎"Sejauh ini belum ada kasus. Hanya saja, kondisi sanitasi yang tadi disebutkan memang perlu mendapat perhatian. Namun jika dibiarkan, tentu akan berpotensi menimbulkan risiko," katanya.

‎Ia menambahkan, kondisi lingkungan yang tidak memenuhi standar kebersihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan berpotensi memengaruhi keamanan pangan apabila tidak segera diperbaiki.

‎"Betul, atau memicu pertumbuhan bakteri. Lingkungan seperti itu memang tidak memenuhi syarat kebersihan, sehingga bakteri mudah berkembang biak," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....