Kemah SKU di Batu Kuda, Siswa SMK Pasundan 3 Bandung Asah Karakter dan Jiwa Pemimpin

  • 15 Sep 2026 20:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pendidikan karakter bagi peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. SMK Pasundan 3 Bandung memanfaatkan kegiatan kepramukaan sebagai ruang belajar langsung bagi siswa untuk melatih kemandirian, ketangguhan, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Perkemahan Penempuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penegak Bantara dan Laksana yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026.

Kegiatan yang diikuti puluhan siswa kelas XI dan XII itu berlangsung di kawasan wisata alam Hutan Pinus Batu Kuda, Manglayang. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan pendampingan pembina pramuka, pembimbing, dan guru SMK Pasundan 3 Bandung yang beralamat di Jalan Kebon Jati No.31, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat.

Mengusung tema “Membentuk Pramuka Penegak yang Berkarakter, Mandiri, Tangguh, Berjiwa Kepemimpinan, dan Peduli terhadap Sesama serta Lingkungan,” kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai tahapan untuk memenuhi SKU menuju tingkat Bantara maupun Laksana.

Kepala SMK Pasundan 3 Bandung, Ningrum Suryatiningsih, S.Pd., M.M., mengatakan penempuhan SKU memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar memenuhi persyaratan kenaikan tingkat. “Perkemahan penempuhan SKU ini bukan sekadar kegiatan berkemah atau sekadar syarat kenaikan tingkatan semata. Lebih dari itu, ini adalah wadah pembentukan watak,” ujar Ningrum, dalam keterangannya, Selasa 15 September 2026.

Menurutnya, kegiatan semacam ini diperlukan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang dapat membangun karakter secara langsung. Kemandirian, ketangguhan, kemampuan memimpin, serta kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan menjadi nilai yang diharapkan tumbuh selama kegiatan.

Ningrum juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Tri Satya dan Dasa Darma, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai materi yang dihafalkan peserta didik.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus benar-benar hidup dan diterapkan dalam setiap langkah kehidupan mereka, bukan hanya dihafal saja. Semoga pengalaman di alam terbuka ini menjadikan mereka generasi muda yang tangguh, berkarakter mulia, dan siap berguna bagi agama, bangsa, serta negara,” katanya.

Sementara itu, Pembina Pramuka SMK Pasundan 3 Bandung, Denis Maharditia Agata, S.Pd., menjelaskan bahwa perkemahan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan kepramukaan sekaligus membangun kesiapan fisik dan mental.

“Di sini peserta tidak hanya diuji pengetahuannya tentang kepramukaan, tetapi juga dilatih ketangguhan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim,” tuturnya.

Pemilihan Hutan Pinus Batu Kuda sebagai lokasi perkemahan turut mendukung proses pembelajaran tersebut. Lingkungan alam dimanfaatkan sebagai ruang praktik agar siswa dapat merasakan secara langsung situasi yang tidak selalu mereka temui dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Beragam keterampilan diberikan kepada peserta, mulai dari mendirikan tenda, membaca peta dan kompas, teknik pionering, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga keterampilan bertahan hidup sederhana.

Tidak hanya kegiatan teknis, suasana perkemahan juga diisi dengan dinamika kelompok, renungan, api unggun, serta refleksi nilai-nilai kehidupan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk membangun komunikasi yang baik, menyelesaikan persoalan bersama, dan memperkuat rasa tanggung jawab.

Pada hari kedua, peserta melanjutkan penyelesaian sejumlah materi SKU yang masih harus dituntaskan. Setelah seluruh agenda selesai, mereka diwajibkan membongkar tenda dan membersihkan kembali kawasan yang digunakan.

“Semoga setiap tantangan yang dihadapi di kemah ini menjadi bekal berharga, sehingga setelah lulus Bantara maupun Laksana, mereka benar-benar tumbuh menjadi pemimpin muda yang berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma, serta siap memberi manfaat di mana pun mereka berada,” kata Denis.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Apel Penutupan Perkemahan SKU. Dalam kesempatan tersebut, hasil penilaian penempuhan SKU disampaikan dan peserta mendapat apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat yang ditunjukkan selama kegiatan.

Melalui perkemahan tersebut, SMK Pasundan 3 Bandung menargetkan capaian yang lebih luas daripada keberhasilan peserta menyelesaikan tahapan SKU. Kegiatan diharapkan menjadi pengalaman yang membentuk siswa menjadi pribadi mandiri, tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli kepada sesama, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....