BPBD Petakan Wilayah Rawan, Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan

  • 15 Sep 2026 20:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai memperketat kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan. Pemetaan wilayah rawan dilakukan sebagai dasar bagi setiap perangkat daerah untuk mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi banjir maupun longsor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan, hasil identifikasi terhadap sejumlah titik rawan harus segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

“Kami sudah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diantisipasi menghadapi musim penghujan. SKPD harus segera menindaklanjutinya sesuai tupoksi,” ujar Tuti usai memimpin Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana di Ruang Rapat Sekda, Selasa 15 September 2026.

Menurut Tuti, mitigasi tidak cukup dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Pemerintah daerah meminta seluruh SKPD turun langsung mengecek kondisi lapangan dan melakukan intervensi terhadap titik yang dinilai berisiko.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pohon rawan tumbang, kondisi jalan dan tebing, drainase, aliran sungai hingga kawasan pertanian. Dinas PUTR diminta menindaklanjuti persoalan infrastruktur yang menjadi kewenangannya, sementara DLHK menangani pohon yang berpotensi tumbang.

BPBD juga diminta memperkuat kesiapsiagaan sekaligus melakukan penanganan aliran sungai. Sementara Dinas Perhubungan menyiapkan rambu dan pengamanan di ruas jalan yang memiliki potensi gangguan akibat bencana.

Tuti menyebut beberapa lokasi yang masuk perhatian, di antaranya Lebakhuni–Mergalaksana, Cijeler–Bangbayang dan Tegalmanggung Cimanggung. Sejumlah sungai yang membutuhkan pengerukan juga menjadi bagian dari langkah mitigasi. “Untuk yang sudah teranggarkan segera dieksekusi dan yang belum diajukan untuk dibahas di perubahan APBD,” katanya.

Mitigasi juga diarahkan pada sektor pertanian. Pemerintah daerah mengantisipasi perubahan kondisi lahan sawah yang sebelumnya mengalami kekeringan agar siap menghadapi curah hujan tinggi, termasuk memastikan ketersediaan sarana pendukung.

“Pertanian diantisipasi. Sawah yang sebelumnya kering harus dipersiapkan menghadapi hujan, termasuk ketersediaan sarana pendukungnya. Karena ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, di beberapa wilayah juga berpotensi terjadi longsor dan banjir,” ujar Tuti.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengungkapkan bahwa longsor dan banjir masih menjadi jenis bencana yang paling perlu diwaspadai. Berdasarkan data BPBD, potensi longsor tersebar hampir di seluruh wilayah Sumedang, baik di kawasan permukiman maupun sepanjang ruas jalan.

Wilayah yang memiliki kerawanan longsor antara lain Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal dan Cibugel. Bahkan, potensi longsor di kawasan permukiman tercatat tersebar di 26 kecamatan.

“Dari data, tanah longsor dan banjir masih mendominasi bencana yang terjadi. Potensi longsor juga tersebar di hampir seluruh wilayah, baik di kawasan permukiman maupun di sepanjang ruas jalan,” kata Bambang.

Kerawanan juga terdapat pada sejumlah jalur transportasi. Di jalan nasional, titik yang perlu mendapat perhatian berada di kawasan Cadas Pangeran, Cigendel dan Cijelag-Tomo. Sedangkan pada jalan provinsi, beberapa titik rawan terdapat di Panisan, Wado dan Lingkar Jatigede.

Selain longsor, potensi banjir menjadi perhatian di Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tomo dan Ujungjaya. Untuk mengurangi risiko, BPBD bersama instansi terkait telah melakukan penanganan di sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Cimande, Sungai Cikeruh, Sungai Cileuleuy dan Sungai Cikandung.

Bambang menegaskan, kesiapsiagaan dilakukan sebelum bencana terjadi. Selain menangani aliran sungai, BPBD melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan serta memastikan personel dan peralatan berada dalam kondisi siap digunakan.

“Penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penanganan aliran sungai, pemantauan wilayah rawan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....