Musim Kemarau Sejumlah Wilayah di Kota Bandung Alami Kekurangan Air Bersih
- 15 Sep 2026 18:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Musim kemarau masih menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Bandung mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut mulai berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat, terutama warga menengah ke bawah yang sebelumnya masih berupaya memenuhi kebutuhan air dengan cara membeli secara mandiri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan, sebagian warga kini mulai mengajukan bantuan karena biaya untuk membeli air bersih semakin berat.
Menurutnya, sebelumnya warga yang sumber airnya mengering masih berusaha memenuhi kebutuhan secara mandiri. Namun, seiring kondisi ekonomi yang semakin terbebani, sebagian warga mulai meminta bantuan kepada pemerintah.
“Masih ada kebutuhan. Biasanya mereka membeli. Ternyata bagi masyarakat menengah ke bawah itu berat,” ujar Didi, Selasa 15 September 2026.
Ia menjelaskan, perubahan pola pengaduan mulai terlihat dari warga yang sebelumnya tidak melapor karena masih mampu membeli air. Kini, ketika kemampuan tersebut mulai terbatas, mereka mengajukan permintaan bantuan kepada BPBD.
“Yang sebelumnya tidak melapor karena sudah biasa membeli, sekarang mulai mengajukan. Ada juga yang sebenarnya sudah terjadi, tetapi mereka masih berupaya membeli sendiri,” katanya.
BPBD Kota Bandung mencatat distribusi air bersih telah dilakukan sejak akhir Juli hingga September 2026. Berdasarkan rekapitulasi, bantuan tersebut telah menjangkau 869 kepala keluarga atau sekitar 3.865 jiwa.
Total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 80.000 liter. Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air, bahkan beberapa lokasi menerima bantuan lebih dari satu kali.
Dalam pelaksanaannya, BPBD menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran juga dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah pihak, di antaranya PMI Kota Bandung, Baznas, serta unsur swasta.
“Sudah dibagi wilayahnya. Ada wilayah yang menjadi tanggung jawab Baznas, ada wilayah PMI. Kemarin juga sudah dibagi kecamatan mana tanggung jawab siapa,” katanya..
Penyaluran air dilakukan secara komunal berdasarkan pengajuan dari tingkat RT maupun RW. Pola tersebut diterapkan agar bantuan dapat menjangkau warga dalam satu kawasan yang mengalami kesulitan air.
“Biasanya pengajuan dilakukan melalui RT karena sifatnya komunal. Jadi bisa satu RT atau satu RW,” ujarnya.
Distribusi air bersih tidak hanya menyasar permukiman warga. BPBD juga menyalurkan bantuan ke sejumlah fasilitas pendidikan yang mengalami kebutuhan air.
Salah satunya SMPN 59 Bandung di kawasan Cibogo yang turut mendapatkan distribusi air bersih akibat kondisi sumber air di wilayah tersebut.
Didi mengatakan, kondisi sumber air warga di sejumlah titik mulai menunjukkan pemulihan. Namun, persoalan masih terjadi pada sumur dangkal yang sebagian telah mengering.
“Beberapa wilayah sebenarnya sumur dalamnya masih ada. Sumur dangkal yang kering,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian BPBD, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan curah hujan belum meningkat secara signifikan.
Selain melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, BPBD Kota Bandung mulai melihat perlunya strategi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air tanah.
Salah satu gagasan yang didorong adalah pembangunan sumur imbuhan. Konsep tersebut diharapkan dapat membantu mengisi kembali cadangan air tanah ketika musim hujan tiba.
“Jadi mungkin sumur imbuhan. Ketika hujan, air dimasukkan ke sumur kemudian nanti bisa diambil lagi. Jadi tidak hanya sekadar mengambil, tetapi juga mengisi,” tutur Didi.
Menurutnya, upaya tersebut penting agar pemanfaatan air tanah dapat diimbangi dengan proses pengisian kembali cadangan air.
Didi berharap peningkatan curah hujan dalam waktu dekat dapat membantu memulihkan sumber air warga. Berdasarkan perkiraan, hujan mulai turun di Kota Bandung pada September 2026, meskipun frekuensinya masih belum tinggi.
“Kalau perkiraan, Bandung bulan ini sudah mulai hujan walaupun masih jarang. Mudah-mudahan prediksinya sesuai,” katanya.
Dikatannya, BPBD mencatat sejumlah wilayah di Kota Bandung masih membutuhkan distribusi air bersih. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Sukajadi, Cibeunying Kaler hingga Arcamanik.
"Sukajadi menjadi salah satu wilayah yang beberapa kali menerima distribusi air, termasuk kawasan Sukawarna, Sukagalih, Cibogo, dan Babakan Jeruk," paparnya.
Ia pun memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pengajuan masyarakat selama kondisi kekurangan air masih terjadi.
"mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk menyampaikan laporan melalui lingkungan RT atau RW agar kebutuhan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui mekanisme distribusi yang telah disiapkan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....