Diduga Jadi Tempat Penimbunan Sampah Ilegal, Lahan Kosong di Ciumbuleuit Terbakar
- 15 Sep 2026 15:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Cihanja, RT 001/RW 010, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Hingga Selasa 15 September 2026, masih tercatat tiga titik api atau hotspot yang aktif di lokasi tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kebakaran terjadi di sebuah lahan kosong milik swasta yang diduga selama ini dimanfaatkan sebagai tempat penimbunan barangkal atau puing bangunan dan sampah secara ilegal.
Farhan menyebut, berdasarkan peninjauan di lokasi, tumpukan material yang terbakar ternyata tidak hanya berupa barangkal, tetapi juga bercampur dengan sampah rumah tangga atau sampah rutin.
“Saya curiga ini dijadikan tempat transit sampah ilegal yang datang dari luar wilayah ini. Sampahnya ternyata bukan hanya puing atau barangkal saja, melainkan sudah tercampur dengan sampah rutin atau biasa,” ujar Farhan saat meninjau lokasi kebakaran lahan Cihanja kota Bandung, Selasa 15 September 2026.
Menurut Farhan, kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran berlangsung cukup lama. Tumpukan sampah dalam jumlah besar di bawah permukaan tanah diduga menghasilkan gas metana yang kemudian memicu dan memperluas titik kebakaran.
“Diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas. Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam ini telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap dan mengganggu ke mana-mana,” katanya.
Farhan menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran. Namun, ia menduga akumulasi tumpukan sampah di dalam lahan menyebabkan terbentuknya gas metana. Percikan api yang menjadi pemicu awal kebakaran juga masih belum diketahui sumbernya.
“Belum dapat dipastikan sepenuhnya, namun kemungkinan besar karena tumpukan sampah di bawah sudah sangat banyak sehingga menimbun gas metan. Bisa ada percikan api, kita juga belum tahu pasti sumbernya, lalu memicu kebakaran,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kebakaran di lokasi tersebut tidak selalu ditandai dengan kobaran api yang besar. Api dapat membakar material secara perlahan di bagian bawah tumpukan, sehingga proses pembakaran berlangsung terus-menerus dan menghasilkan asap dalam jumlah semakin banyak.
“Apinya mungkin tidak terlihat sangat besar, namun membakar terus-menerus sehingga asapnya lama-lama makin besar,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....