Ambruk, Kasad Pastikan Jembatan Pongpet Pangandaran Dibangun Ulang dari Awal

  • 14 Sep 2026 17:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Jembatan Gantung Pongpet di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, akan dibangun kembali dari awal. Pembangunan ulang dilakukan setelah pemerintah dan TNI Angkatan Darat mengevaluasi aspek teknis jembatan agar konstruksi ke depan lebih kuat dan aman.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan kembali menjadi opsi yang dinilai lebih tepat dibandingkan sekadar memperbaiki bagian jembatan yang mengalami kerusakan. Hal tersebut disampaikan Maruli saat meninjau langsung kondisi Jembatan Gantung Pongpet, Senin 14 September 2026.

Menurut Maruli, terdapat sejumlah aspek teknis yang harus dikaji sebelum pembangunan dimulai. Evaluasi tersebut diperlukan agar jembatan yang nantinya dibangun memiliki konstruksi yang lebih baik dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Salah satu yang menjadi evaluasi yaitu teknis-teknis yang harus kita evaluasi. Memang yang agak rumit adalah jembatan-jembatan perbaikan,” ujar Maruli, dalam keterangan resmi Dispenad, Senin 14 September 2026.

Ia memperkirakan pembangunan ulang Jembatan Pongpet dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. Waktu pengerjaan berpeluang dipangkas apabila pembangunan dilakukan secara intensif, termasuk dengan pengerjaan pada pagi, siang, hingga malam hari.

Maruli menilai pembongkaran dan pembangunan kembali dari awal justru memberikan peluang untuk menyempurnakan konstruksi jembatan. “Ini sudah diperkirakan dua bulan, kalau bekerjanya pagi, siang dan malam, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Karena memang lebih baik kita bongkar awal saja, konstruksinya jadi lebih baik,” katanya.

Selain pembangunan jembatan, kebutuhan air bersih masyarakat di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. TNI AD mempertimbangkan pembangunan sumur bor di sejumlah titik apabila kebutuhan air bersih di kawasan tersebut belum mencukupi. “Termasuk air bersihnya, bila kurang kita buatkan di empat titik,” ujar Maruli.

Dalam kesempatan tersebut, Maruli juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas musibah yang terjadi saat peresmian Jembatan Pongpet. Ia menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi TNI AD agar pembangunan infrastruktur serupa ke depan dapat dilakukan dengan standar konstruksi yang lebih baik dan aman.

“Saya sudah sampaikan, secara pertanggungjawaban, saya mohon maaf atas kejadian ini, dan kita akan segera perbaiki. Saya kira akan jadi evaluasi kita supaya kita bisa buat yang lebih baik dan lebih aman,” ucapnya.

Jembatan Gantung Pongpet memiliki peran penting bagi masyarakat Cijulang dan wilayah sekitarnya. Keberadaan jembatan tersebut mendukung mobilitas warga sekaligus aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pembangunan kembali diharapkan dapat segera memulihkan akses masyarakat dengan menghadirkan jembatan yang lebih kokoh serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Maruli juga mengungkapkan perkembangan program pembangunan jembatan yang dilakukan TNI AD di berbagai wilayah Indonesia. Dari 3.417 jembatan yang telah dikerjakan, lebih dari 2.700 jembatan di antaranya telah selesai. TNI AD menargetkan jumlah jembatan yang dibangun dapat mencapai 5.000 unit hingga akhir 2026.

Pembangunan tersebut mencakup berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan perintis, Bailey, beton, hingga Armco. Selain infrastruktur jembatan, TNI AD juga menjalankan program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.

Maruli menyebut sekitar 3.000 sumur bor telah dibangun dan diresmikan. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah sekitar 3.000 titik lagi sehingga totalnya dapat mencapai sekitar 6.000 sumur bor. Pembangunan sumur bor dan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD mendukung kebutuhan dasar serta konektivitas masyarakat di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....