SMAN 1 Padalarang Berangkatkan Siswa dan Guru Umroh lewat Infak sehari Rp500

  • 11 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Kesempatan menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci menjadi pengalaman istimewa bagi Asy Syakira, siswa SMAN 1 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Tahun ini, ia mendapat beasiswa umrah bersama guru terbaiknya, Rizky Rianty, pada Oktober 2026.

Beasiswa tersebut merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang secara konsisten dikembangkan SMAN 1 Padalarang melalui Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an dan gerakan infak umrah warga sekolah.

Asy Syakira bukan penerima beasiswa semata karena capaian akademik. Ia memiliki perjalanan panjang dalam menghafal Al-Qur'an. Saat duduk di sekolah dasar pada masa pandemi 2020, Hingga kini, hafalannya telah mencapai enam juz.

Perjalanan tersebut membuat Asy Syakira memandang Al-Qur'an bukan hanya sebagai hafalan, tetapi juga sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

“Saya meyakini bahwa mereka yang memuliakan Al-Qur'an, maka Al-Qur'an akan menjadi jalan untuk kemuliaan hidupnya," kata Asy Syakira, Kamis 10 September 2026.

Kesempatan berangkat umrah pun menjadi momentum bagi Asy Syakira untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mensyukuri proses yang telah dilaluinya dalam menjaga hafalan Al-Qur'an.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, mengatakan program beasiswa umrah tidak hanya ditujukan untuk mengumpulkan dana keberangkatan ke Tanah Suci. Program tersebut juga dirancang untuk membangun kebiasaan bersedekah dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

Setiap siswa menyisihkan infak Rp500 per hari, sedangkan guru dan tenaga kependidikan berinfak Rp1.000 per hari. Dari gerakan tersebut, dana yang terkumpul tahun ini mencapai sekitar Rp63 juta. “Program ini bukan hanya meniatkan sedekah, tetapi juga membangun kebiasaan baik dalam diri siswa,” ujar Lina.

Program beasiswa umrah di SMAN 1 Padalarang mulai dirintis sejak 2023. Gagasan tersebut merupakan pengembangan dari program serupa yang sebelumnya dijalankan Lina ketika memimpin SMAN 2 Lembang.

Pada 2024, sebanyak tiga orang mendapat kesempatan umrah karena dana yang terkumpul merupakan hasil tabungan selama sekitar satu setengah tahun. Sementara pada 2025 dan 2026, penghimpunan infak dilakukan hingga mencukupi biaya keberangkatan dua orang setiap tahunnya.

“Program ini merupakan bagian dari inovasi satuan pendidikan untuk menyukseskan program pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan karakter atau Panca Waluya,” katanya.

Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an tersebut digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-59 SMAN 1 Padalarang. Selain kegiatan keagamaan, Dies Natalis juga diisi dengan tablig akbar dan penampilan grup musik Nasional.

Lina mengatakan peringatan Dies Natalis menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga sekolah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program CSR.

“Kegiatan Dies Natalis tidak ada pungutan sepeser pun. Ini terlaksana murni karena usaha para panitia dari siswa yang berhasil bekerja sama dengan sponsor,” urainya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....