Tekan Inflasi, Pemkot Bandung Intervensi Distribusi dan Gelar Bazar Murah Utama
- 11 Sep 2026 13:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus melakukan intervensi terhadap distribusi kebutuhan pokok untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi inflasi di Kota Bandung sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi. Karena itu, pemerintah memastikan pasokan kebutuhan pokok yang masuk ke Kota Bandung tetap tersedia dan tidak mengalami penurunan.
"Karena kalau inflasi, betul-betul sangat tergantung kepada distribusi. Nah, distribusi ini yang akan kita intervensi terus, memastikan bahwa distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung itu tidak berkurang dan tetap melimpah barangnya," ujar Farhan di temui gelaran Bazar Murah Utama(Basmut) di lapang puter kota Bandung, Jumat 11 September 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Bandung adalah menggelar Bazar Murah Utama selama dua pekan berturut-turut. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah karena mendapatkan subsidi maupun potongan harga.
"Menggelar Bazar Murah Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi," katanya.
Farhan menjelaskan, pelaksanaan Bazar Murah Utama melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor, pelaku UMKM kerajinan tangan, hingga mitra dari pasar modern.
"Kita menggelar ini tujuannya agar masyarakat bisa punya akses terhadap berbagai macam kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, 20 persen lebih murah dari pasaran," jelasnya.
Menurut Farhan, program tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai langkah pengendalian inflasi. Saat ini, pemerintah lebih berupaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
"Sebetulnya yang paling penting, kalau inflasi memang sudah bukan concern utama kita lagi. Kalau ini, sebetulnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang disubsidi," paparnya.
Ia mengakui, pemberian subsidi harga tidak dapat dilakukan secara terus-menerus. Namun, pemerintah berupaya memberikan subsidi pada sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
"Memang kita tidak bisa terus-menerus memberikan harga disubsidi, tetapi dengan beras SPHP yang kita subsidi, beberapa kebutuhan pokok seperti daging, telur, sayur-sayuran yang disubsidi, maka masyarakat juga bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok sehari-hari yang murah," ungkapnya.
Untuk komoditas tertentu, seperti beras dan Minyakita, subsidi berasal dari Bulog. Sementara sejumlah produk lainnya mendapatkan potongan harga dari distributor maupun toko ritel yang terlibat dalam Bazar Murah Utama.
"Yang beras sama Minyakita. Sama telur. Ya, itu. Karena sekarang kebutuhan protein paling penting untuk warga Kota Bandung itu adalah telur, karena harganya paling terjangkau, distribusi paling banyak," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....