Harga Ayam di kota Bandung Tembus 44 Ribu Per Kilogram

  • 11 Sep 2026 13:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Harga daging ayam di sejumlah pasar Kota Bandung mengalami kenaikan hingga mencapai Rp44.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah musim kemarau dan berkurangnya pasokan ayam yang masuk ke pasar.

‎‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, produksi ayam saat ini relatif tidak mengalami peningkatan. Namun, distribusi ayam terbagi untuk memenuhi kebutuhan pasar dan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‎"Harga daging ayam itu sekarang Rp44.000 per kilo di pasar. Memang lonjakannya luar biasa," ujar Farhan, Jumat 11 September 2026.

‎Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pola distribusi ayam saat ini terbagi ke dua sektor, yakni pasar umum dan SPPG. Akibatnya, pasokan yang tersedia untuk pasar mengalami penurunan.

‎‎"Tetapi dibagi dua, rupanya bisnis modelnya. Ada yang ke market, ke pasar, ada yang ke SPPG. Nah, karena pecah inilah, maka jumlah suplai ke pasar ini agak menurun," katanya.


‎‎Farhan menjelaskan, berkurangnya pasokan tersebut kemudian berdampak terhadap harga ayam yang mengikuti mekanisme pasar.

‎‎"Sehingga harga sesuai dengan mekanisme pasar menjadi meningkat. Nah, kita lagi berusaha memastikan," ucapnya.

‎‎Farhan menambahkan, Pemerintah Kota Bandung juga tengah berkoordinasi untuk memastikan pelaksanaan program MBG tidak menimbulkan gangguan terhadap ketersediaan komoditas pangan di pasar.

‎‎Ia mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan tiga staf khusus dari Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membahas pelaksanaan MBG di Kota Bandung.

‎‎"Kemarin saya sudah bertemu dengan tiga orang staf khusus dari Kantor Staf Kepresidenan, untuk memastikan bahwa tidak hanya penyelenggaraan MBG di Kota Bandung itu bebas dari segala macam gangguan," jelasnya.

‎‎Farhan menyebut, pihaknya sebelumnya menemukan adanya gangguan dalam pelaksanaan MBG di wilayah Mandalajati. Namun, ia berharap pengelolaan kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut justru dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

‎"Kami kemarin menemukan di Mandalajati ada satu gangguan, tetapi juga justru akan meningkatkan perekonomian rakyat, bukan kemudian berebut salah satu komoditas dengan pasar," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....