81 Tahun RRI Mengudara, Deni: Radio Sangat Berkesan dan Tidak Terlupakan
- 10 Sep 2026 20:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan media penyiaran tertua di Tanah Air. Di tengah derasnya arus digitalisasi, keberadaan radio dinilai tetap relevan, namun sekaligus menghadapi tantangan besar untuk menciptakan kesan mendalam bagi generasi muda.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Insan Cendikia Mandiri, Deni Rizky mengungkapkan bahwa radio memiliki tempat istimewa di hati setiap pendengarnya. Menurutnya, ingatan dan kenangan manis terhadap radio sangat kuat melekat pada masyarakat, terutama mereka yang lahir di era 1990-an.
"Radio itu tentunya semua orang pasti punya kenangannya masing-masing. Terutama yang kelahiran 90-an, itu sangat berkesan dan tidak terlupakan sampai sekarang," ujar Deni Rizky, saat diwawancarai RRI Bandung. Kamis 10 September 2026.
Deni menjelaskan, keberadaan pendengar loyal dari generasi terdahulu membentuk segmentasi pasar tersendiri yang tetap bertahan. Kendati demikian, tantangan utama radio saat ini adalah bagaimana menarik minat anak muda agar mereka juga memiliki kenangan tersendiri terhadap media audio ini di masa depan.
"Setiap masa ada waktunya. Tantangannya sekarang, apa yang bisa membuat radio berkesan untuk anak-anak muda zaman sekarang? Meskipun radio tidak mati, kita harus bisa terus berinovasi," ucapnya.
Ia menambahkan, pola konsumsi media anak muda saat ini telah bergeser pesat. Kebanyakan dari mereka hanya mendengarkan radio secara langsung pada momen tertentu, seperti saat melakukan perjalanan di dalam mobil. Hal ini menuntut pengelola radio untuk berorientasi pada strategi penjangkauan pendengar masa kini.
Secara personal, Deni membagikan pengalamannya berinteraksi dengan radio di masa lalu. Kala itu, radio menjadi sarana utama masyarakat untuk menyampaikan curahan hati, bertukar informasi, hingga mengirimkan salam kepada kerabat maupun relasi secara tertulis melalui penyiar.
"Zaman dulu radio itu salah satu tempat mencurahkan perasaan. Ada kebanggaan tersendiri saat pesan atau salam kita disampaikan oleh penyiar," kenangnya.
Menghadapi usia ke-81 RRI, Deni mengapresiasi berbagai langkah adaptif yang telah dijalankan, termasuk kolaborasi aktif dengan berbagai komunitas lokal. Menurutnya, pelibatan komunitas merupakan langkah strategis yang efektif dalam merawat basis pendengar.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga karakter unik RRI tanpa terkesan Ketinggalan Zaman. Ciri khas yang dimiliki RRI sejak lama perlu dipadukan dengan ide-ide kreatif baru agar dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat.
"Selamat ulang tahun ke-81 untuk RRI, semoga selalu mengudara. Ciri khas RRI dari dulu harus tetap dimunculkan, tetapi harus diinovasikan agar tetap masuk ke kalangan zaman sekarang," pungkas Deni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....