Disdamkarmatan Bandung Aktifkan Program Siaga Kemarau di 151 Kelurahan

  • 10 Sep 2026 16:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mengaktifkan program Siaga Kemarau secara serentak di seluruh wilayah Kota Bandung.

‎Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmatan Kota Bandung, Adhli Al-Afwan Izwari, mengatakan program tersebut melibatkan seluruh kelurahan di Kota Bandung. Sebanyak 151 kelurahan dikumpulkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya risiko kebakaran saat kondisi cuaca kering.

‎"Merespons hal ini, akhir Juli lalu kami mengumpulkan seluruh kelurahan se-Kota Bandung, sebanyak 151 kelurahan. Kegiatan tersebut dihadiri Kasipem dan relawan pemadam kebakaran. Saat ini kami menjalankan program Siaga Kemarau secara serentak di seluruh wilayah," ujar Adhli, Kamis 10 September 2026.

‎Menurutnya, program Siaga Kemarau tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pemetaan potensi risiko di setiap wilayah.

‎Adhli menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi berbagai risiko kebakaran di lingkungan masyarakat. Setelah risiko diketahui, petugas bersama unsur kewilayahan dan masyarakat dapat menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai.

‎"Langkahnya, pertama identifikasi risiko, baru kemudian melakukan intervensi. Bentuk intervensinya bisa berupa edukasi, sosialisasi, atau pemeriksaan sarana dan prasarana (sarpas)," jelasnya.


‎Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Sebab, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lingkungan.

‎Untuk memperkuat respons awal masyarakat, Disdamkarmatan Kota Bandung juga telah menyalurkan lebih dari 700 unit pompa portabel. Peralatan tersebut diberikan kepada masyarakat melalui masing-masing RW agar dapat digunakan untuk penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

‎"Kami sudah menyalurkan lebih dari 700 pompa portabel ke masyarakat, diserahkan ke masing-masing RW," tandas Adhli.

‎Program Siaga Kemarau diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat respons awal terhadap potensi kebakaran.

‎" Terlebih pada musim kemarau, kondisi lingkungan yang lebih kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....