Kebakaran di Kota Bandung Melonjak 108 Persen saat Musim Kemarau
- 10 Sep 2026 13:00 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kasus kebakaran di Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung mencatat, jumlah kejadian kebakaran pada Juli 2026 meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmatan Kota Bandung, Adhli Al-Afwan Izwari, mengatakan pada Juni 2026 tercatat sebanyak 28 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut meningkat menjadi 54 kejadian pada Juli 2026 atau mengalami kenaikan sekitar 108 persen.“Bulan Juni ada 28 kejadian kebakaran, sedangkan bulan Juli mencapai 54 kejadian. Peningkatannya mencapai 108 persen,” ujar Adhli, Kamis 10 September 2026.
Menurut Adhli, peningkatan paling tajam terjadi pada kebakaran di lahan terbuka, alang-alang, tumpukan sampah, maupun ruang terbuka hijau. Dari 54 kejadian kebakaran yang terjadi pada Juli, sebanyak 28 kasus atau sekitar 50 persen di antaranya merupakan kebakaran di area tersebut.
Sementara itu, pada Juni, kebakaran dengan kategori serupa hanya tercatat sebanyak empat kejadian. Dengan demikian, kasus kebakaran lahan terbuka dan alang-alang mengalami lonjakan hingga 600 persen.
“Kalau dirinci penyebabnya, dari 54 kejadian di bulan Juli, sebanyak 28 kasus atau sekitar 50 persen adalah kebakaran di lahan alang-alang, tumpukan sampah, atau ruang terbuka hijau. Sedangkan di bulan Juni, kasus serupa hanya ada empat kejadian. Artinya, kasus kebakaran alang-alang atau lahan kosong naik hingga 600 persen,” katanya.
Adhli menjelaskan, secara umum musim kemarau memang menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai karena kondisi lahan dan vegetasi yang lebih kering membuat api lebih mudah muncul dan cepat menyebar.
“Secara umum kejadian kebakaran di musim kemarau naik hingga 100 persen dibanding biasa. Khusus kasus lahan terbuka atau alang-alang kenaikannya paling tajam, hingga 600 persen,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus serupa pada musim kemarau berikutnya, Disdamkarmatan Kota Bandung akan memperkuat langkah pencegahan sejak sebelum musim kemarau tiba. Edukasi dan kesiapsiagaan bersama relawan serta masyarakat akan dilakukan lebih awal.
“Ke depannya, hal ini akan kami jadikan agenda rutin, hadir lebih awal sebelum musim kemarau datang,” paparnya.
Ia mencontohkan, apabila musim kemarau biasanya mulai terjadi sekitar Juni, maka persiapan bersama relawan dan masyarakat idealnya sudah dilakukan sejak April. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki lahan terbuka atau vegetasi yang mudah terbakar.
Adhli menekankan, masyarakat memiliki peran penting dalam penanganan awal ketika terjadi kebakaran. Lima menit pertama setelah api muncul menjadi waktu yang sangat menentukan agar api tidak berkembang dan meluas.
“Lima menit pertama saat kebakaran adalah waktu emas atau golden time. Jika penanganan awal tidak ada, api akan cepat meluas. Oleh karena itu, masyarakat harus siap siaga,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....