Bukan Melarang Gadget, Ini Cara Keluarga Cimahi Bentengi Anak dari Pengaruh Medsos
- 10 Sep 2026 05:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Penggunaan gadget dan media sosial di kalangan anak menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi keluarga di era digital. Orang tua dinilai tidak cukup hanya membatasi penggunaan perangkat, tetapi juga perlu membangun komunikasi dan memberikan contoh agar anak mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam pengajian rutin Khoerunnisa Tingkat Kota Cimahi yang digelar di Masjid As-Salam, Selasa 8 September 2026. Kegiatan yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi Midjiati Ningsih tersebut membahas pentingnya keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam membangun keluarga tangguh.
Midjiati menilai perkembangan teknologi membuat anak memiliki akses yang jauh lebih luas terhadap informasi dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua perlu hadir untuk mendampingi sekaligus mengarahkan anak dalam menentukan informasi dan lingkungan pergaulan yang sesuai.
Menurutnya, melarang anak menggunakan gadget bukan satu-satunya solusi menghadapi dampak teknologi. Orang tua justru perlu memberikan batasan yang jelas sambil membangun kesadaran anak mengenai manfaat dan risiko penggunaan teknologi.
Midjiati mengingatkan bahwa perangkat digital seharusnya menjadi alat yang dikendalikan oleh anak, bukan sebaliknya. Hal tersebut membutuhkan peran orang tua dalam membangun kebiasaan, aturan, serta komunikasi yang terbuka di rumah.
Keluarga juga diharapkan menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi tanpa terganggu perangkat digital. Kegiatan seperti beribadah bersama, membaca Al-Qur’an, makan bersama, dan berdiskusi dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami perkembangan anak.
Selain komunikasi, keteladanan dinilai menjadi cara efektif dalam membentuk karakter anak. Sikap jujur, santun, peduli, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain perlu ditunjukkan orang tua melalui perilaku sehari-hari.
Ustaz Aang Umansyah menambahkan bahwa kasih sayang dan kelembutan harus menjadi dasar hubungan antara orang tua dan anak. Komunikasi yang demokratis serta kebiasaan saling membantu di dalam rumah juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak.
Penguatan nilai agama, menurut Ustaz Aang, juga diperlukan agar anak memiliki pegangan ketika menghadapi berbagai pengaruh dari media sosial. Dengan fondasi tersebut, anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tanpa mudah terbawa arus informasi maupun tekanan lingkungan digital.
“Dengan meneladani dan mengamalkan akhlak dari Rasulullah SAW, mari kita wujudkan rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita.” kata Ustaz Aang.
Keluarga tangguh pada akhirnya bukan hanya keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan anak secara materi dan pendidikan. Lebih dari itu, keluarga perlu menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, arahan, perlindungan, sekaligus pembentukan akhlak dalam menghadapi perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....