Orang Tua Diminta Bijak Dampingi Anak di Era Digital, Akhlak Jadi Benteng Utama

  • 10 Sep 2026 05:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Tantangan orang tua dalam mendampingi anak semakin besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi. Kondisi tersebut membuat keluarga perlu memperkuat peran dalam membentuk karakter, akhlak, serta kemampuan anak menggunakan teknologi secara bijak.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi Midjiati Ningsih saat menghadiri pengajian rutin Khoerunnisa Tingkat Kota Cimahi di Masjid As-Salam, Selasa 8 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Keluarga yang Tangguh dan Bijak Menghadapi Tantangan di Era Digital”.

Midjiati mengatakan perkembangan teknologi telah membuat ruang pergaulan dan informasi yang dihadapi anak menjadi semakin luas. Melalui telepon pintar dan media sosial, anak dapat memperoleh beragam informasi sehingga orang tua perlu membekali mereka dengan kemampuan memilah dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Anak boleh punya handphone, tetapi jangan sampai handphone yang memiliki anak kita.” ujar Midjiati.

Menurut Midjiati, teknologi tidak mungkin sepenuhnya dijauhkan dari kehidupan anak karena telah menjadi bagian dari perkembangan zaman. Namun, penggunaan perangkat digital tetap membutuhkan batasan agar anak tidak kehilangan arah, adab, dan nilai-nilai yang ditanamkan keluarga.

“Anak boleh menggunakan media sosial, tetapi jangan sampai media sosial yang menentukan nilai dirinya.” ucapnya.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan anak ketika menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan digital. Keluarga yang tangguh bukan berarti keluarga yang bebas dari persoalan melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan tetap saling mendukung dan tidak meninggalkan satu sama lain.

Midjiati juga mengajak orang tua kembali memperkuat nilai-nilai agama sebagai pegangan dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, ketahanan keluarga dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana seperti beribadah bersama, membaca Al-Qur’an, makan bersama, serta menyediakan waktu untuk berbicara dan mendengarkan anak.

Keteladanan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak di lingkungan keluarga. Anak tidak hanya belajar dari nasihat yang disampaikan, tetapi juga dari sikap dan perilaku yang mereka lihat setiap hari dari orang tuanya.

Midjiati mengingatkan pendidikan anak seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Kejujuran, kesantunan, kepedulian, tanggung jawab, dan sikap menghormati orang lain perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter sejak berada di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Ustaz Aang Umansyah dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kasih sayang, kelembutan, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Ia juga mendorong keluarga membangun kebiasaan saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga sekaligus memperkuat fondasi keagamaan.

Menurut Ustaz Aang, pola komunikasi yang demokratis dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab sekaligus mampu mengambil keputusan secara bijak. Pendekatan tersebut dinilai semakin penting ketika anak berhadapan dengan berbagai pengaruh media sosial dan lingkungan digital.

“Dengan meneladani dan mengamalkan akhlak dari Rasulullah SAW, mari kita wujudkan rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita.” kata Ustaz Aang.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan kasih sayang, komunikasi, keteladanan, dan penguatan nilai agama, orang tua diharapkan mampu membimbing anak agar tetap bijak menggunakan teknologi tanpa kehilangan akhlak dan jati dirinya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....