Solusi Limbah B3, APKI Garut Libatkan Akademisi Tawarkan Inovasi

  • 09 Sep 2026 15:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Menyikapi kasus pembuangan limbah cair (B2) dan padat (B3) dari Industri pengolahan kulit Sukaregang Garut yang kini menjadi sorotan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya termasuk dari DPRD dan Pemkab Garut., Pengurus Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut, Deni mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi guna mengatasi persoalan limbah tersebut.

" Kami telah bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mengatasi persoalan limbah ini," katanya, di Garut, Rabu, 9 September 2026.

Ia berharap ada dukungan dari semua pihak terutama yang memiliki kebijakan baik pemerintah maupun dari DPRD Garut.

"Untuk merealisasikan inovasi ini tentunya perlu dukungan semua pihak terutama dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan juga unsur lainnya," katanya.

Ia mengatakan, dukungan dari semua pihak itu cukup penting karena industri penyamakan kulit ini sebagai penopang perekonomian masyarakat.

"Kalau usaha kami tidak jalan hanya karena persoalan limbah maka kami tidak memiliki tempat untuk mencari nafkah dan kami tidak makan," ujarnya.

Ia meyakini dampak dari industri penyamakan kulit yang telah berdiri ratusan tahun ini tidak seseram yang dibayangkan.

" Limbahnya ini jika dikelola dengan baik justru akan mendatangkan banyak mamfaat, seperti bisa menghasilkan pupuk atau pakan dan bisa menhasilkaj energi yang lebih bagus lagi," katanya.

Ia bertekad kedepannya bahwa pengrajin atau penyamakan kulit ini bisa menjadi sebuah industri pariwisata yang bisa menguntungkan banyak pihak.

" Tidak hanya pelaku usaha yang diuntungkan, tetapi juga bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah, selain itu juga saat ini industri penyamakan kulit sukaregang ini menjadi salah satu icon kabupaten garut," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....