Lebih Dari 3.000 Penerbangan Terdampak akibat Abu Vulkanik
- 08 Sep 2026 15:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Lebih dari 3.000 penerbangan tercatat terdampak, mulai dari pembatalan hingga penjadwalan ulang.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali beroperasi. Hingga Selasa 8 September 2026, sebanyak tujuh bandara telah dibuka kembali.
"Alhamdulillah, hari ini fasilitas sudah mulai dibuka kembali. Ada tujuh bandara yang sudah dibuka kembali. Semoga situasi seperti ini tidak berlangsung lama karena sangat berdampak pada sektor pariwisata kita," ujar Widiyanti usai menghadiri Wisuda Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan Nusantara.
Widiyanti mengatakan, sektor pariwisata Indonesia sebelumnya mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,23 persen. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan pertumbuhan tersebut di tengah berbagai tantangan.
"Padahal sebelumnya kita mencatat pertumbuhan 5,23 persen, dan angka tersebut ingin terus kita dorong. Oleh sebab itu, kita harus bekerja maksimal dan lebih keras lagi dalam mempromosikan serta meningkatkan kualitas pariwisata," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap optimistis menghadapi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik. Namun, strategi pengembangan pariwisata juga perlu disesuaikan dengan kondisi yang berkembang.
"Kita harus tetap optimis. Tentu saja kita juga harus bersikap adaptif dan mengubah strategi yang ada," ucapnya.
Widiyanti menilai, salah satu upaya yang perlu terus diperkuat adalah mendorong kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan pergerakan wisatawan Nusantara.
"Bagaimana cara kita mendorong kedatangan wisatawan mancanegara dan juga wisatawan Nusantara, sebab mereka adalah kekuatan sesungguhnya bagi kita," katanya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas kementerian dalam menangani dampak terhadap penerbangan telah berjalan dengan baik. Termasuk dalam penanganan perubahan jadwal penerbangan serta pelayanan kepada penumpang di sejumlah bandara terdampak.
"Kami juga mendapat dukungan sangat baik dari kementerian lain. Kemarin penanganan perubahan jadwal penerbangan dan pelayanan di bandara berjalan sangat baik," tuturnya.
Pemerintah berharap koordinasi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga dampak terhadap sektor pariwisata dapat diminimalkan.
"Kami harapkan hal ini dapat dipertahankan, dan kita tetap optimis serta terus berdoa," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....