Siswa SDN 026 Bojongloa Mulai Direlokasi ke SDN 148 Cibaduyut

  • 08 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Siswa SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, mulai menjalani proses relokasi sementara ke SDN 148 Cibaduyut sejak Senin 7 September 2026. Pemindahan dilakukan sambil menunggu pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa rampung.

‎‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proses pemindahan siswa telah berjalan dan secara resmi dipastikan mulai dilakukan sejak Senin. Selama pembangunan berlangsung, siswa SDN 026 Bojongloa sementara mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 148 Cibaduyut.

‎“Alhamdulillah, sejak kemarin proses pemindahan siswa SD Negeri 026 Bojongloa sudah berjalan. Hari ini secara resmi dipastikan, anak-anak sedang dalam proses pemindahan dari lokasi sekolah lama dan sementara ditampung di SDN 148 Cibaduyut,” ujar Farhan, Selasa 8 September 2026.

‎‎Menurut Farhan, lokasi SDN 148 Cibaduyut tidak terlalu jauh dari gedung lama SDN 026 Bojongloa. Dengan jarak tersebut, siswa masih dapat menjangkau sekolah sementara dengan berjalan kaki.

‎‎Selain itu, daya tampung SDN 148 Cibaduyut dinilai masih mencukupi karena adanya perbedaan waktu kegiatan belajar mengajar. Siswa SDN 148 mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sedangkan siswa SDN 026 Bojongloa masuk pada siang hari mulai pukul 12.30 WIB.

‎‎“Daya tampungnya juga cukup karena siswa SDN 148 masuk sekolah pagi, sedangkan siswa SDN 026 masuk sekolah siang mulai pukul 12.30 WIB,” ucapnya.


‎Di sisi lain, pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa mulai berjalan setelah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan. Farhan mengatakan, pekerjaan konstruksi langsung dimulai setelah proses perizinan tersebut selesai.

‎‎“PBG sudah terbit dan konstruksi sudah dimulai. Sejak Senin ketika PBG keluar, pekerjaan yang berkaitan dengan konstruksi langsung dilaksanakan,” katanya.

‎‎Pembangunan gedung pertama ditargetkan rampung pada akhir 2026. Farhan memperkirakan proses pengerjaan dapat berlangsung kurang dari enam bulan sehingga sekolah diharapkan dapat kembali digunakan secara penuh pada tahun ajaran baru sekitar April 2027.

‎‎Meski pembangunan dikebut, Farhan menegaskan aspek kelayakan dan keamanan fasilitas tetap menjadi perhatian. Gedung sekolah nantinya tidak hanya harus memiliki ruang kelas yang aman dan kokoh, tetapi juga fasilitas pendukung yang layak, termasuk toilet bagi siswa dan guru.

‎‎Farhan menyadari pembangunan gedung baru berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar. Sejumlah kekhawatiran warga antara lain berkaitan dengan kemacetan, debu, hingga aktivitas kendaraan proyek selama proses pembangunan.

‎Menurutnya, berbagai kekhawatiran tersebut akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan dialog bersama warga. Ia menilai persoalan yang muncul bukan merupakan bentuk penolakan terhadap keberadaan siswa, melainkan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian selama pembangunan berlangsung.

‎‎“Saya tidak menganggap persoalan di sekolah baru sebagai bentuk penolakan. Saya tahu warga di sana juga merupakan warga Kota Bandung yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak kita,” tuturnya.


‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan, pihaknya terus menyiapkan proses pemindahan siswa selama pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa berlangsung.

‎‎Komunikasi dengan masyarakat sekitar juga dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di lingkungan sekitar.

‎‎“Alhamdulillah, izin PBG sudah clear dan sudah terbit. Selanjutnya ada tahapan sosialisasi kepada warga, agar proses pembangunan bisa berjalan dengan baik dan ditargetkan selesai pada akhir tahun,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....